Buka konten ini

VENEZUELA (BP) – Dua gempa bumi dahsyat yang mengguncang Venezuela pada Rabu (24) malam menewaskan sedikitnya 164 orang dan melukai 971 lainnya. Angka korban diperkirakan masih dapat bertambah seiring proses evakuasi dan pencarian korban yang masih berlangsung.
Penjabat Presiden Venezuela, Delcy Rodriguez, menyampaikan data terbaru tersebut pada Kamis (25/6), seperti dikutip media lokal. Sebelumnya, ia melaporkan 32 orang tewas dan lebih dari 700 lainnya terluka akibat gempa berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5 yang terjadi secara beruntun.
“Jumlah korban tewas kemungkinan masih akan meningkat,” ujar Rodriguez.
Gempa tersebut disebut sebagai salah satu yang terkuat yang melanda Venezuela dalam lebih dari satu abad terakhir. Guncangan hebat itu merusak wilayah pesisir Karibia utara, memicu kepanikan warga, serta peringatan tsunami di sejumlah kawasan.
Pemerintah Venezuela kemudian menetapkan keadaan darurat nasional untuk mempercepat penanganan bencana dan proses evakuasi korban di lapangan.
Sementara itu, Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) memperkirakan terdapat kemungkinan 42 persen jumlah korban jiwa dapat mencapai antara 10.000 hingga 100.000 orang, dengan wilayah La Guaira, dekat Caracas, sebagai area yang paling terdampak.
Otoritas setempat saat ini memfokuskan upaya pada penyelamatan warga yang masih terjebak di reruntuhan bangunan dan rumah yang ambruk akibat guncangan gempa.
Data teknis USGS menyebutkan, wilayah utara Venezuela diguncang rangkaian gempa ganda dengan kekuatan besar yang tergolong tidak biasa.
Sejumlah infrastruktur minyak bumi Venezuela diperkirakan tidak terdampak oleh gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,2 yang mengguncang negara itu, demikian dilaporkan kantor berita Reuters dikutip Sputnik.
Pemerintah Venezuela telah menetapkan status darurat dan tengah melakukan operasi pencarian serta penyelamatan.
Seorang warga Caracas mengatakan kepada RIA Novosti bahwa layanan internet dan komunikasi seluler mengalami gangguan setelah gempa terjadi.
“Sinyal seluler dan internet terputus-putus, pesan sulit terkirim. Koneksi internet kabel di rumah saya juga tidak berfungsi,” kata warga tersebut.
Menurutnya, rumah-rumah yang dibangun dengan konstruksi kokoh di Caracas mampu bertahan dari guncangan gempa. Namun, banyak rumah semi permanen dan bangunan yang memiliki cacat struktural dilaporkan runtuh. (***)
Laporan : JP GROUP
Editor : GUSTIA BENNY