Buka konten ini

KARIMUN (BP) – Tragedi akibat cuaca ekstrem kembali terjadi di Kabupaten Karimun. Dua pelajar yang berada di kawasan bekas perusahaan PT KIC, Teluk Paku, Kelurahan Pasir Panjang, Kecamatan Meral Barat, tersambar petir, Rabu (25/6) sekitar pukul 13.30 WIB.
Akibat kejadian tersebut, seorang pelajar berinisial Ar, 16, meninggal dunia. Sementara temannya, Al, 13, mengalami luka serius dan hingga kini masih menjalani perawatan intensif di RS Bhakti Timah.
Lurah Pasir Panjang, Eko Irwanto, membenarkan peristiwa nahas yang menimpa kedua warganya tersebut.
“Ada dua anak yang diduga tersambar petir. Korban Ar, 16, meninggal dunia dan Al, 13, masih menjalani perawatan. Keduanya masih berstatus pelajar,” ujarnya saat dikonfirmasi Batam Pos.
Kapolsek Meral, Iptu Wardi Purbowo, mengatakan berdasarkan keterangan saksi di lokasi, saat kejadian terdapat lima anak yang berada di kawasan bekas perusahaan tersebut.
Menurutnya, kedua korban berada di bawah pohon dan dekat pipa besi ketika hujan disertai petir terjadi.
“Dari keterangan saksi, kedua korban saat itu berada di bawah pohon dan dekat pipa besi ketika petir menyambar,” katanya.
Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk memastikan kronologi peristiwa. Namun hingga kini belum dapat dipastikan apakah sambaran petir mengenai tubuh korban secara langsung atau lebih dulu menghantam pipa besi yang berada di sekitar lokasi.
“Keterangan saksi tidak melihat secara jelas. Yang pasti korban berada dekat pipa besi dan berteduh di bawah pohon yang ukurannya tidak terlalu besar,” jelasnya.
Kapolsek menambahkan pihaknya juga telah mendatangi rumah duka untuk menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban.
“Pihak keluarga sudah ikhlas dan menerima musibah ini. Korban yang meninggal dunia sudah dimakamkan, sedangkan satu korban lainnya masih dirawat,” ujarnya.
Ia mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu. Masyarakat diminta tidak berteduh di bawah pohon saat hujan disertai petir karena berisiko menjadi sasaran sambaran petir. “Dengan kondisi cuaca ekstrem yang sulit diprediksi saat ini, kami mengimbau masyarakat tidak berteduh di bawah pohon. Jika membutuhkan bantuan kepolisian, masyarakat dapat menghubungi 110,” pungkasnya. (*)
Reporter : SANDI PRAMOSINTO
Editor : GUSTIA BENNY