Buka konten ini

ARLINGTON (BP) – Jepang bertekad menutup fase grup Piala Dunia 2026 sebagai pemuncak klasemen Grup F. Jika berhasil, Samurai Biru akan mencatat sejarah dengan menjadi juara grup secara beruntun setelah sebelumnya juga finis di posisi teratas pada Piala Dunia 2022 di Qatar.
Misi tersebut membuat Jepang membidik kemenangan meyakinkan saat menghadapi Swedia pada laga terakhir fase grup. Pelatih Hajime Moriyasu bahkan meminta anak asuhnya tampil lebih agresif untuk mencetak banyak gol sekaligus menjaga gawang tetap nirbobol.
Saat ini Jepang dan Belanda sama-sama mengoleksi empat poin dengan selisih gol identik, yakni surplus empat gol. Karena itu, produktivitas menjadi faktor penting dalam perebutan posisi puncak klasemen.
“Kepercayaan diri tim akan meningkat jika kami bisa mencetak banyak gol. Kami ingin lebih produktif dan tetap menjaga clean sheet,” ujar Moriyasu.
Jepang memang tampil menjanjikan sepanjang fase grup. Selain solid dalam bertahan, lini serang Samurai Biru juga mampu menunjukkan efektivitas tinggi saat mendapatkan peluang.
Mitoma Tetap Jadi Inspirasi
Meski absen di Piala Dunia 2026 akibat cedera, Kaoru Mitoma tetap memiliki pengaruh besar di ruang ganti Jepang. Winger Brighton & Hove Albion itu masih aktif memberikan masukan kepada rekan-rekannya yang sedang berjuang di Amerika Serikat.
Salah satu pemain yang mengaku kerap berdiskusi dengan Mitoma adalah gelandang Ao Tanaka. Pemain Leeds United tersebut mengatakan komunikasi dengan Mitoma banyak membahas kekuatan dan karakter calon lawan Jepang.
“Kami sering berdiskusi mengenai lawan yang akan kami hadapi. Masukannya sangat membantu,” ujar Tanaka.
Menariknya, Tanaka kini mengenakan nomor punggung 7 yang identik dengan Mitoma di tim nasional Jepang. Ia mengakui kekagumannya kepada sang senior menjadi salah satu alasan memilih nomor tersebut.
Ayari Kejar Rekor Swedia
Di kubu lawan, gelandang muda Swedia Yasin Ayari berpeluang menorehkan sejarah pribadi. Pemain berusia 22 tahun itu hanya membutuhkan satu gol lagi untuk menjadi pemain Swedia pertama dalam era modern yang mencetak tiga gol dalam satu edisi Piala Dunia.
Sejauh ini Ayari telah mengoleksi dua gol saat Swedia menghancurkan Tunisia 5-1 pada laga pembuka. Catatan tersebut bahkan lebih baik dibanding dua striker andalan Swedia, Alexander Isak dan Viktor Gyokeres, yang masing-masing baru mencetak satu gol.
Jika kembali mencatatkan namanya di papan skor, Ayari akan menyamai pencapaian legenda Swedia Tomas Brolin yang terakhir kali mencetak tiga gol dalam satu edisi Piala Dunia pada 1994.
Dengan Jepang mengincar status juara grup dan Swedia membawa ambisi mencatat sejarah, duel kedua tim dipastikan berlangsung sengit. Bukan hanya soal tiga poin, tetapi juga pertaruhan prestise menjelang fase gugur Piala Dunia 2026. (***)
Laporan : JP GROUP
Editor : GALIH ADI SAPUTRO