Buka konten ini

BINTAN (BP) – Pemerintah Kabupaten Bintan kembali melanjutkan program Bantuan Swadaya Rumah Tidak Layak Huni (BSRTLH) pada 2026. Sebanyak 44 rumah milik masyarakat berpenghasilan rendah akan mendapatkan bantuan perbaikan dengan total anggaran Rp1,779 miliar yang bersumber dari APBD Bintan.
Program tersebut tersebar di lima kecamatan dan menjadi salah satu upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas hunian masyarakat agar lebih layak, sehat, aman, dan nyaman.
Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Bintan, Mohammad Irzan, mengatakan BSRTLH merupakan program prioritas Bupati dan Wakil Bupati Bintan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
”Program ini merupakan program prioritas Bupati dan Wakil Bupati. Dukungan anggaran dan kemudahan proses pengusulan menjadi bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat serta mendukung visi Bintan Juara,” ujarnya.
Menurut Irzan, upaya penanganan rumah tidak layak huni di Kabupaten Bintan terus menunjukkan hasil positif. Dalam kurun waktu 2017 hingga 2025, Pemkab Bintan telah meningkatkan kualitas sebanyak 4.605 unit rumah melalui berbagai sumber pendanaan.
Untuk tahun ini, bantuan BSRTLH dialokasikan bagi 44 rumah yang tersebar di Kecamatan Bintan Utara sebanyak 8 unit, Kecamatan Seri Kuala Lobam 11 unit, Kecamatan Teluk Bintan 7 unit, Kecamatan Teluk Sebong 7 unit, dan Kecamatan Gunung Kijang 11 unit.
Bantuan yang diberikan mencakup peningkatan kualitas rumah kategori ringan, sedang, berat hingga pembangunan ulang secara menyeluruh sesuai kondisi bangunan penerima manfaat.
Dana bantuan akan digunakan untuk pembelian material bangunan serta pembayaran upah tenaga kerja sesuai ketentuan program.
Irzan berharap seluruh penerima bantuan dapat memahami mekanisme pelaksanaan program, termasuk hak dan kewajiban penerima serta tata cara pemanfaatan bantuan yang diberikan.
Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya semangat swadaya dan gotong royong agar proses pembangunan berjalan lancar dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat. (*)
Reporter : SLAMET NOFASUSANTO
Editor : GUSTIA BENNY