Buka konten ini


JAKARTA (BP) – Timnas Indonesia memiliki catatan yang cukup unik saat menghadapi Oman. Skuad Garuda pernah begitu dominan pada akhir 1980-an. Tapi, setelah itu, kemenangan seakan menjauh dari genggaman.
Malam ini, Indonesia kembali berjumpa Oman dalam FIFA Matchday 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK). Pertandingan tersebut menjadi kesempatan bagi pelatih John Herdman untuk mengakhiri puasa kemenangan yang sudah berlangsung selama 38 tahun.
Ya, terakhir kali Indonesia menaklukkan Oman terjadi pada King’s Cup 1988 di Bangkok, Thailand. Saat itu Garuda menang meyakinkan dengan skor 3-0. Setahun sebelumnya, Indonesia juga berhasil membungkam Oman 2-0 dalam turnamen yang sama.
Namun, setelah kemenangan tersebut, Indonesia tidak pernah lagi merasakan hasil positif saat berhadapan dengan Oman. Dari empat pertemuan berikutnya, Garuda hanya sekali bermain imbang dan tiga kali menelan kekalahan.
Secara keseluruhan, kedua tim sudah bertemu enam kali. Indonesia mengoleksi dua kemenangan, satu hasil imbang, dan tiga kekalahan. Catatan gol kedua tim pun cukup berimbang. Indonesia mencetak enam gol, sementara Oman membukukan tujuh gol.
Meski demikian, situasi kali ini berbeda. Indonesia datang dengan wajah baru di bawah asuhan Herdman. Dalam dua pertandingan pertamanya, pelatih asal Inggris itu mulai membangun identitas permainan yang lebih agresif dan berani menguasai bola. Namun, saat Indonesia diharapkan tampil dengan kekuatan terbaiknya, Herdman kehilangan Jay Idzes di lini belakang.
”Saya pikir Anda tidak bisa menggantikan Idzes. Itu jawaban sederhananya. Apa yang telah dia lakukan kepada tim, dia adalah pemimpin sejati, pemimpin yang sebenarnya. Dia peduli tentang misi untuk meloloskan tim ini (ke Piala Dunia, red) untuk membawanya ke level berikutnya. Dia tak tergantikan, sesederhana itu,” tegas Herdman.
Herdman tidak kehilangan cara. Herdman memiliki sejumlah pemain yang bisa menggantikannya. Dia mengindikasikan bahwa Elkan Baggott adalah pengganti Idzes secara kepribadian di lapangan.
”Kami memang memiliki para pemain seperti Elkan Baggott yang memiliki kepribadian serupa dalam hal hasrat untuk membantu orang, hasratnya untuk mengutamakan tim dan juga kemampuannya sebagai defender,” tambahnya.
Herdman juga senang akhirnya Calvin Verdonk bisa memperkuat Indonesia. Awalnya, dia sempat diragukan bergabung karena alasan pribadi.
”Dia sudah tiba. Dia berada dalam kondisi yang baik. Dan, dia siap bermain untuk pertandingan besok (hari ini, red),” ungkap Herdman.
Di sisi lain, pelatih Timnas Oman Tariq Sektioui menilai pertandingan melawan Indonesia akan terasa sulit. ”Indonesia adalah tim yang bagus. Mereka punya kombinasi pemain Indonesia dan Belanda. Jadi, mereka akan menjadi lawan yang bagus buat kami,” ujarnya.
Tariq akan berusaha untuk memperpanjang kemenangan Oman atas Indonesia. ”Tentu sudah sangat lama Indonesia tidak menang melawan kami. Kami akan coba untuk memperpanjang periode itu. Tapi, Anda tahu, hasil tidak selalu menjadi hal penting dalam pertandingan persahabatan seperti ini. Kami ingin tim benar-benar berkembang dan menjadi lebih baik. Kami juga menjadikan laga ini sebagai persiapan menuju turnamen Teluk Arab,” tegasnya.
Marcelino Come Back setelah 10 Bulan
Kembalinya Marselino Ferdinan ke skuad timnas menjadi perhatian jelang FIFA Matchday Juni 2026. Ketua Badan Tim Nasional (BTN) Sumardji berharap, Marselino mampu menunjukkan performa terbaiknya setelah hampir 10 bulan absen membela Garuda.
Pemain yang kini bermain untuk klub Slovakia, AS Trencín, terakhir membela Indonesia pada Kualifikasi Piala Asia U-23. Tepatnya pada September 2025.
Sumardji mengaku telah memberikan motivasi langsung kepada Marselino agar kembali menjadi sosok yang mampu membanggakan publik sepak bola Indonesia.
“Saya bilang ke Lino, tunjukkan kemampuan terbaikmu. Kembalilah menjadi Marselino yang dulu, yang bisa membanggakan masyarakat Indonesia dan keluarganya,” ujar chief operating officer (COO) Bhayangkara Presisi Lampung FC itu.
Pada FIFA Matchday Juni, Timnas Indonesia akan menjalani dua pertandingan internasional. Pertama, melawan Oman. Kedua, melawan Mozambik. Laga melawan Oman digelar malam ini, sedangkan Mozambik pada 9 Juni. Kedua pertandingan itu dimainkan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta. (***)
Laporan : JP GROUP
Editor : GALIH ADI SAPUTRO