Buka konten ini
BINTAN (BP) – Keluhan warga terhadap aktivitas pembakaran limbah batok kelapa di Kecamatan Seri Kuala Lobam (SKL), Kabupaten Bintan, mengemuka dalam dialog edukasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang digelar Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Tanjungpinang bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bintan, Rabu (3/6).
Warga menilai aktivitas pembakaran tersebut telah menimbulkan polusi asap yang mengganggu kenyamanan serta aktivitas sehari-hari masyarakat di sekitar lokasi.
Kepala BPBD Bintan, Ramlah, mengatakan persoalan itu menjadi salah satu aspirasi utama yang disampaikan warga dalam forum diskusi.
“Persoalan pembakaran limbah batok kelapa yang mengganggu aktivitas masyarakat di wilayah sekitar menjadi perhatian kami. Hal ini akan segera kami sampaikan kepada pimpinan,” ujarnya.
Menurut Ramlah, Pemkab Bintan akan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menindaklanjuti laporan tersebut. Salah satu langkah yang akan dilakukan adalah pemeriksaan langsung ke lapangan guna memastikan legalitas dan kepatuhan pengelola limbah terhadap aturan lingkungan yang berlaku.
“Apakah perusahaan atau pengelola limbah tersebut telah memiliki izin yang sesuai untuk melakukan pemusnahan limbah? Ini yang akan kami cek melalui tim yang turun langsung ke lokasi,” katanya.
Ia menegaskan, hasil pemeriksaan nantinya akan menjadi dasar bagi pemerintah daerah dalam menentukan langkah dan solusi yang tepat demi menjaga kenyamanan masyarakat Seri Kuala Lobam.
Selain menampung keluhan warga, kegiatan edukasi tersebut juga membahas upaya mitigasi bencana, khususnya pencegahan banjir dan karhutla di wilayah Kabupaten Bintan. (*)
Reporter : MOHAMAD ISMAIL
Editor : GUSTIA BENNY