Buka konten ini

TOKYO (BP) – Tingkat pengangguran di Jepang turun menjadi 2,5 persen pada April 2026, dari sebelumnya 2,7 persen pada Maret lalu.
Data tersebut dirilis Kementerian Dalam Negeri dan Komunikasi Jepang, Jumat (29/5) dikutip dari Antara.
Dalam laporan itu disebutkan jumlah penduduk yang bekerja naik 0,9 persen menjadi 68,76 juta orang setelah disesuaikan secara musiman.
Sementara itu, dari total angka pengangguran, sekitar 430 ribu orang mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) oleh perusahaan tempat mereka bekerja.
Selain itu, sebanyak 790 ribu orang tercatat mengundurkan diri secara sukarela, sebagian besar untuk mencari pekerjaan atau peluang yang lebih baik. Jumlah tersebut relatif tidak berubah dibandingkan Maret.
Di sisi lain, jumlah pendatang baru di pasar kerja justru mengalami penurunan cukup signifikan.
Jumlah orang yang baru memasuki pasar kerja turun 10,9 persen menjadi sekitar 490 ribu orang.
Data terpisah dari Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Kesejahteraan Jepang menunjukkan hanya dua dari 11 sektor industri yang mengalami peningkatan lowongan pekerjaan baru dibandingkan tahun sebelumnya.
Sektor pendidikan mencatat kenaikan 1,5 persen, sedangkan sektor manufaktur naik 1,2 persen.
Sementara sembilan sektor lainnya mengalami penurunan lowongan pekerjaan. Penurunan terbesar terjadi di sektor perdagangan grosir dan ritel yang turun hingga 11 persen. Selain itu, sektor akomodasi dan layanan restoran turun 9,1 persen, sedangkan sektor informasi dan komunikasi menurun 7,3 persen. (*)
Laporan : JP GROUP
Editor : GUSTIA BENNY