Buka konten ini

BINTAN (BP) – Layanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSJKO Engku Haji Daud di Tanjunguban, Kabupaten Bintan, dikeluhkan keluarga pasien. Keluhan tersebut terkait pelayanan tenaga medis hingga kepastian penggunaan BPJS Kesehatan bagi pasien darurat.
Keluarga pasien, Roberriyanto, mengatakan istrinya masuk IGD RSJKO Engku Haji Daud pada Kamis (28/5) malam dengan keluhan mual dan muntah berwarna kekuningan.
Menurut dia, pasien saat itu langsung ditangani dokter internship. Namun, dokter menyarankan tindakan elektrokardiogram (EKG) dan menyebut biaya pemeriksaan tersebut tidak dapat ditanggung BPJS Kesehatan.
“Ditangani, tapi katanya harus EKG. Sementara istri saya tidak ada riwayat jantung karena sakit asam lambung. Dokter internship bilang harus mandiri, tidak bisa BPJS,” ujar Robert, Jumat (29/5).
Meski demikian, ia mengaku tidak mempermasalahkan biaya selama pasien segera mendapat penanganan medis.
Setelah itu, Robert diarahkan ke bagian pendaftaran untuk memastikan status penggunaan BPJS Kesehatan. Di loket pendaftaran, ia menanyakan apakah pasien dengan keluhan asam lambung dapat ditanggung BPJS.
Menurut dia, petugas menjelaskan BPJS dapat digunakan apabila kondisi pasien tergolong darurat atau emergensi.
“Katanya bisa kalau emergensi. Padahal istri saya baru buka mata saja sudah muntah-muntah, jadi butuh penanganan cepat,” katanya.
Namun, keputusan penggunaan BPJS disebut tetap bergantung pada dokter yang menangani pasien. Karena tidak mendapat kepastian saat itu, Robert akhirnya memilih menggunakan layanan mandiri.
Ia mengaku kecewa dengan sistem pelayanan di IGD rumah sakit tersebut. Menurut dia, dokter seharusnya lebih fokus pada penanganan pasien dibanding persoalan administrasi.
“Kesannya dokter intervensi ke pendaftaran. Seharusnya dokter fokus pada pasien yang butuh pertolongan atau penanganan,” ujarnya.
Selain itu, ia juga menyoroti keberadaan dokter internship yang bertugas di IGD saat itu. “Istilahnya dokter masih masa pengabdian. Tidak ada yang benar-benar dokter di IGD,” katanya.
Terpisah, Humas RSJKO Engku Haji Daud, Iranti, mengatakan pihak rumah sakit telah menerima keluhan yang disampaikan keluarga pasien terkait pelayanan tenaga medis di IGD.
“Kami menerima komplain dari masyarakat untuk bahan evaluasi dan perbaikan pelayanan ke depan,” ujar Iranti.
Ia mengatakan, keluhan tersebut akan diteruskan kepada pimpinan rumah sakit untuk ditindaklanjuti lebih lanjut.
“Kami akan sampaikan ke pimpinan untuk ditindaklanjuti,” pungkasnya. (*)
Reporter : SLAMET NOFASUSANTO
Editor : GUSTIA BENNY