Buka konten ini

ANAMBAS (BP) – Ratusan warga Desa Ulu Maras, Kecamatan Jemaja Timur, Kabupaten Kepulauan Anambas, antusias mengikuti pawai barang sejarah yang digelar pada Jumat (29/5). Kegiatan tersebut berlangsung meriah dan diikuti masyarakat dari berbagai kalangan.
Sejak pagi, warga sudah memadati lokasi kegiatan untuk menyaksikan pawai yang digelar sebagai bentuk mengenang perjuangan para pahlawan dalam merebut kemerdekaan Republik Indonesia.
Para peserta pawai membawa berbagai barang dan miniatur yang menggambarkan perjuangan kemerdekaan, seperti replika meriam, perlengkapan perang, hingga atribut perjuangan lainnya.
Selain itu, peserta juga mengenakan kostum bertema perjuangan, mulai dari pakaian ulama, tentara, hingga busana pejuang rakyat tempo dulu.
Sepanjang kegiatan, masyarakat tampak antusias menyaksikan jalannya pawai. Banyak warga juga mengabadikan momen tersebut menggunakan telepon genggam.
Tokoh masyarakat Ulu Maras, Abdul Hayat, mengatakan kegiatan ini menjadi salah satu cara untuk mengenang sejarah perjuangan yang pernah terjadi di wilayah tersebut.
“Pawai ini bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga untuk mengingat perjuangan para pejuang terdahulu dalam mempertahankan kemerdekaan,” ujarnya.
Menurut dia, Desa Ulu Maras memiliki nilai sejarah yang kuat karena pernah menjadi salah satu wilayah perjuangan melawan penjajah.
“Dulu Ulu Maras menjadi salah satu tempat perjuangan masyarakat melawan penjajah.
Karena itu sejarahnya harus terus dikenang,” katanya.
Ia menilai kegiatan bernuansa sejarah seperti ini penting diperkenalkan kepada generasi muda agar tidak melupakan jasa para pahlawan.
“Anak-anak muda harus tahu bagaimana perjuangan orang tua dulu dalam merebut kemerdekaan. Jangan sampai sejarah hilang begitu saja,” ucapnya.
Kegiatan pawai tersebut diikuti berbagai kalangan masyarakat, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa yang tampak bersemangat mengikuti rangkaian acara.
Suasana semakin meriah saat peserta memperagakan aksi perjuangan tempo dulu sambil membawa atribut sejarah, disambut sorakan warga di sepanjang rute pawai.
Selain menjadi hiburan, kegiatan ini juga dinilai mampu mempererat kebersamaan antarwarga Desa Ulu Maras.
Abdul Hayat berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan setiap tahun sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah perjuangan bangsa di wilayah tersebut.
“Semoga kegiatan seperti ini terus ada agar sejarah perjuangan di kampung kita tetap hidup dan dikenal generasi berikutnya,” tutupnya. (*)
Reporter : IHSAN IMADUDDIN
Editor : GUSTIA BENNY