Buka konten ini

pengembangan akses internasional di Anambas. Foto: Ihsan Imaduddin/Batam Pos
ANAMBAS (BP) – Kabupaten Kepulauan Anambas yang berada di wilayah perbatasan dinilai memiliki peluang besar menjadi pintu wisata internasional di kawasan utara Indonesia. Letaknya yang berhadapan langsung dengan Malaysia, Vietnam, Kamboja, dan Thailand membuat daerah tersebut strategis untuk menarik wisatawan mancanegara.
Namun, hingga kini akses menuju Anambas masih menjadi tantangan utama. Wisatawan yang ingin berkunjung harus lebih dahulu menuju Batam atau Tanjungpinang sebelum melanjutkan perjalanan menggunakan kapal laut maupun pesawat perintis.
Kondisi itu membuat waktu tempuh menjadi lebih panjang dan biaya perjalanan semakin mahal. Tak sedikit wisatawan yang akhirnya mengurungkan niat berkunjung karena akses transportasi dinilai rumit dan terbatas.
Bupati Kepulauan Anambas, Aneng mengatakan pengembangan sektor pariwisata tidak akan maksimal apabila akses transportasi internasional belum tersedia. Karena itu, pemerintah daerah mulai mengusulkan pembukaan pelabuhan dan bandara internasional di Anambas.
“Maka dari itu kita coba untuk membuka akses internasional langsung ke Anambas. Kita coba usulkan pelabuhan internasional dan bandara internasional,” kata Aneng, Jumat (22/5).
Menurutnya, keberadaan akses internasional akan memangkas jalur perjalanan wisatawan asing yang selama ini harus transit di sejumlah daerah sebelum tiba di Anambas.
Aneng menyebut negara-negara tetangga seperti Vietnam dan Kamboja sebenarnya memiliki jarak yang lebih dekat menuju Anambas dibanding harus melalui kota-kota besar di Indonesia terlebih dahulu.
“Seperti Vietnam dan Kamboja, mereka lebih dekat ke Anambas. Bisa langsung ke tempat kita, waktu lebih efisien dan apalagi biaya pasti jauh lebih murah,” ujarnya.
Ia optimistis pembukaan jalur internasional akan meningkatkan kunjungan wisatawan asing secara signifikan. Selain wisata bahari, Anambas juga memiliki potensi wisata budaya Melayu, wisata pulau, hingga wisata memancing yang mulai diminati turis mancanegara.
Saat ini, pemerintah daerah mulai menjajaki kerja sama investasi untuk mendukung pembangunan infrastruktur internasional tersebut. Salah satu fokus utama ialah pembangunan pelabuhan internasional yang nantinya menjadi pintu masuk wisatawan asing.
Aneng mengungkapkan sudah ada investor yang menunjukkan minat membangun pelabuhan internasional di Anambas. Namun, pemerintah masih melakukan survei lokasi sebelum menentukan titik pembangunan.
“Kalau pelabuhan lokasi di mana, nanti dulu lagi disurvei. Untuk bandara mungkin Bandara Letung. Tapi Bandara Matak kita usulkan melalui perantara SKK Migas,” tuturnya.
Bandara Letung di Pulau Jemaja dinilai memiliki peluang dikembangkan menjadi bandara internasional karena berada di wilayah terluar Indonesia. Sementara Bandara Matak yang selama ini digunakan untuk aktivitas migas juga diharapkan dapat mendukung penerbangan sipil internasional.
Rencana pembukaan akses internasional tersebut mendapat dukungan dari Kantor Wilayah Imigrasi Kepulauan Riau. Kepala Kantor Wilayah Imigrasi Kepri, Guntur Sahat Hamonongan mengatakan pihaknya menyambut baik langkah pemerintah daerah dalam membuka konektivitas internasional di wilayah perbatasan.
“Kita tentu mendukung karena ini akan membuka peluang ekonomi baru bagi daerah perbatasan seperti Anambas,” ujar Guntur.
Menurutnya, pembukaan jalur internasional akan memberikan dampak besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, terutama di sektor pariwisata, perdagangan, dan investasi.
Ia menambahkan, pihak imigrasi juga akan menyiapkan penguatan pengawasan terhadap lalu lintas orang asing yang keluar masuk wilayah Anambas. Langkah itu dilakukan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia serta penguatan sistem pengawasan terpadu.
Selain penguatan SDM, pemerintah juga akan memperkuat sistem CIQP (Customs, Immigration, Quarantine and Port). Sistem tersebut menjadi syarat utama bagi daerah yang membuka akses internasional karena berkaitan dengan pemeriksaan kepabeanan, keimigrasian, karantina, dan keamanan pelabuhan maupun bandara.
Di sisi lain, pemerintah pusat juga disebut akan membangun Pos Lintas Batas Negara (PLBN) di Pulau Jemaja. Keberadaan PLBN nantinya menjadi simbol penguatan wilayah perbatasan sekaligus mendukung aktivitas pengawasan dan pelayanan internasional di Kepulauan Anambas. (***)
Reporter : IHSAN IMADUDDIN
Editor : GUSTIA BENNY