Buka konten ini

RATUSAN driver online asal Batam menggelar aksi di depan Kantor Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Dompak, Tanjungpinang, Rabu (20/5). Mereka menuntut Pemerintah Provinsi Kepri bertindak tegas terhadap aplikator yang dinilai belum menerapkan tarif sesuai Surat Keputusan (SK) Gubernur Kepri Nomor 1003 Tahun 2023.
Dalam aksi tersebut, massa mengaku kecewa lantaran Gubernur Kepri tidak menemui mereka secara langsung.
Ketua Aliansi Driver Online Kota Batam, Jefri, mengatakan hingga kini tarif yang diterapkan sejumlah aplikator masih jauh di bawah ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah daerah.
Dalam SK Gubernur Kepri itu, tarif kendaraan roda empat ditetapkan Rp18 ribu untuk tiga kilometer pertama dan tambahan Rp6 ribu untuk tiga kilometer berikutnya. Sedangkan tarif roda dua sebesar Rp10 ribu untuk empat kilometer pertama.
“Namun saat ini aplikator masih menerapkan tarif di bawah ketentuan gubernur.
Bahkan ada yang hanya Rp4 ribu sampai Rp6 ribu,” ujar Jefri. Menurutnya, aksi dilakukan untuk meminta gubernur turun tangan menyelesaikan persoalan tersebut. Sebab, tarif yang diterapkan aplikator dinilai merugikan driver sekaligus membingungkan masyarakat sebagai pengguna jasa transportasi online.
Ia menilai kondisi saat ini tidak sehat karena biaya layanan yang dibebankan kepada pelanggan dianggap mahal, sementara pendapatan driver justru rendah. “Harusnya di mana-mana lebih murah. Tadi gubernur tidak ada, tapi kami minta beliau menjadwalkan pertemuan dengan driver online di Batam untuk membahas tarif ini,” katanya.
Kekecewaan massa semakin memuncak setelah aksi mereka tidak direspons langsung oleh gubernur. Jefri menegaskan, apabila tuntutan tersebut tetap diabaikan, pihaknya siap menggelar aksi lebih besar di Batam dengan melibatkan ribuan driver online.
“Kalau gubernur masih enggan menemui driver online di Batam, kami akan turun ke jalan dengan massa lebih dari 4.000 orang untuk merebut hak-hak kami,” tegasnya.
Kadishub Kepri Junaidi yang berusaha dihubungi Batam Pos untuk konfirmasi soal demo driver, belum berhasil, nomor ponsel yang dihubungi Batam Pos, Rabu malam tak aktif. Salah satu kasi di Dishub Kepri yang dihubungi Batam Pos tidak berani memberi komentar karena dia belum mendapat arahan dari Kadishub. (***)
Reporter : MOHAMAD ISMAIL
Editor : GUSTIA BENNY