Buka konten ini

SAGULUNG (BP) – Aksi pencurian kabel dan instalasi listrik kembali marak terjadi di sejumlah kawasan di Kota Batam. Pelaku diketahui menyasar kawasan perumahan, khususnya rumah-rumah kosong yang ditinggal pemiliknya dalam waktu lama.
Selain meresahkan warga, aksi pencurian tersebut juga menimbulkan kerugian materiil cukup besar. Pelaku diduga mengincar kabel listrik, meteran, hingga instalasi rumah yang masih aktif.
Kapolsek Sagulung, Iptu Husnul Afkar, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi warga yang meninggalkan rumah dalam waktu lama.
“Kami mengimbau masyarakat agar lebih waspada dan memastikan kondisi rumah dalam keadaan aman saat ditinggalkan. Pastikan pintu dan pagar terkunci, serta bila perlu titip pengawasan kepada tetangga,” ujarnya, Jumat (15/5).
Ia mengatakan, pelaku umumnya memanfaatkan situasi rumah kosong untuk beraksi tanpa diketahui warga sekitar. Karena itu, peran lingkungan dan sistem keamanan perumahan dinilai sangat penting untuk mencegah tindak kejahatan tersebut.
Menurutnya, warga juga diminta segera melapor kepada pihak kepolisian apabila melihat aktivitas mencurigakan di lingkungan tempat tinggal.
“Jika ada orang yang gerak-geriknya mencurigakan atau masuk ke rumah kosong tanpa izin, segera laporkan ke polisi atau perangkat keamanan setempat,” katanya.
Polsek Sagulung juga meningkatkan patroli di sejumlah kawasan perumahan yang dinilai rawan pencurian, terutama pada malam hingga dini hari.
Sementara itu, Kapolsek Sei Beduk, Iptu Alex Yasra, mengatakan pencegahan aksi pencurian di perumahan dapat diperkuat dengan mengaktifkan sistem keamanan lingkungan (siskamling) serta menerapkan sistem satu pintu atau one gate system di kawasan permukiman.
Alex menilai siskamling efektif sebagai langkah deteksi dini terhadap potensi tindak kejahatan. Dengan adanya ronda malam yang terjadwal, ruang gerak pelaku dapat dipersempit.
“Dengan adanya ronda malam, aktivitas orang asing atau mencurigakan bisa cepat diketahui warga,” tutupnya. (*)
Reporter : YOFI YUHENDRI
Editor : GALIH ADI SAPUTRO