Buka konten ini

JAKARTA (BP) – Samsung Electronics dikabarkan memutuskan menghentikan bisnis penjualan TV dan peralatan rumah tangga di Tiongkok, di tengah upaya perusahaan memperkuat posisinya di salah satu pasar terbesar dunia.
Meski demikian, Samsung tetap mempertahankan operasional bisnis lain di Tiongkok, termasuk sektor ponsel, semikonduktor, dan perangkat medis.
Seperti dilansir dari Korean Times, Samsung baru-baru ini telah memberi tahu para vendor di Tiongkok mengenai rencana penghentian penjualan produk TV dan elektronik rumah tangga di negara tersebut.
Langkah itu diambil seiring meningkatnya tekanan biaya operasional akibat ketidakpastian ekonomi global, serta makin ketatnya persaingan dengan produsen lokal Tiongkok yang terus menggerus pangsa pasar Samsung.
Kinerja unit penjualan Samsung di Tiongkok juga mengalami penurunan. Pada tahun lalu, perusahaan membukukan laba bersih sebesar 168 miliar KRW atau sekitar Rp1,9 triliun, turun tajam dibandingkan laba bersih tahun sebelumnya yang mencapai 300 miliar KRW atau sekitar Rp3,5 triliun.
Sebelumnya, Samsung menyatakan tengah mengevaluasi restrukturisasi bisnis sebagai respons terhadap persaingan yang semakin sengit di pasar perangkat rumah tangga dan risiko kebijakan tarif.
Pekan ini, perusahaan yang dikenal sebagai produsen TV terbesar di dunia itu juga melakukan pergantian pimpinan divisi TV guna menghadapi tantangan bisnis yang kian kompleks, baik di pasar domestik maupun internasional. (*)
Laporan : JP GROUP
Editor : ANDRIANI SUSILAWATI