Buka konten ini

ANAMBAS (BP) – Kapolda Kepri, Asep Syafrudin, dibuat miris melihat kondisi armada laut milik Satpolairud Polres Kepulauan Anambas saat melakukan kunjungan kerja di wilayah perbatasan tersebut, Jumat (15/5).
Luasnya wilayah laut Anambas yang berbatasan langsung dengan negara tetangga dinilai tidak sebanding dengan fasilitas patroli yang dimiliki personel di lapangan.
Saat meninjau fasilitas Satpolairud, Asep mendapati personel hanya mengandalkan dua unit speedboat kecil jenis C3 untuk melakukan patroli perairan. Menurutnya, armada tersebut lebih cocok digunakan di wilayah sungai atau perairan tenang, bukan untuk laut terbuka seperti di Anambas.
“Armada kecil, tidak mampu patroli di perairan Anambas yang langsung berhadapan dengan negara tetangga dan perairan OPL,” ujar Asep.
Ia menilai kondisi tersebut harus segera dibenahi. Sebab, wilayah laut Anambas memiliki tantangan besar, mulai dari cuaca ekstrem, gelombang tinggi, hingga potensi aktivitas ilegal di kawasan perbatasan.
Selain menjadi jalur perlintasan internasional, perairan Anambas juga termasuk kawasan strategis yang membutuhkan pengawasan ketat aparat keamanan.
Menurut Asep, keberadaan kapal patroli yang memadai sangat penting untuk mendukung pengamanan laut, penegakan hukum, hingga operasi pencarian dan pertolongan (SAR).
Karena itu, ia langsung meminta jajaran Polda Kepri menyiapkan kapal patroli yang lebih besar dan layak dioperasikan di perairan Anambas.
“Saya sudah minta Irwasda dan Dirpolairud mendata kapal di Sekupang yang cocok untuk Anambas. Nanti langsung dikirim,” kata mantan Wakapolda Kepri tersebut.
Kapal yang akan dikirim nantinya tidak hanya digunakan untuk patroli rutin, tetapi juga membantu operasi penyelamatan masyarakat saat terjadi kecelakaan laut maupun kondisi darurat lainnya.
Mantan Kapolresta Barelang itu mengatakan, keberadaan kapal patroli yang memadai menjadi kebutuhan mendesak karena masyarakat Anambas sangat bergantung pada transportasi laut dalam aktivitas sehari-hari.
Asep juga sempat menyinggung kesiapan armada milik instansi lain di Anambas yang dinilai lebih memadai.
“Tadi saya naik kapal milik Imigrasi, baru lima bulan beroperasi. Masa kita harus kalah,” ujarnya sambil bercanda.
Ia menegaskan Polri tidak boleh tertinggal dalam kesiapan sarana pendukung, terlebih tugas pengamanan laut memiliki peran penting menjaga wilayah perbatasan negara.
Kapolda juga berharap adanya kolaborasi antara Polri dan pemerintah daerah untuk mendukung operasional kapal patroli tersebut, termasuk perawatan dan kebutuhan bahan bakar minyak (BBM).
“Nanti saling kolaborasi lah dengan Pemda, untuk perawatan atau BBM-nya,” tambahnya.
Dengan penambahan armada baru itu, Asep berharap personel Satpolairud Polres Kepulauan Anambas dapat bekerja lebih maksimal dalam menjaga keamanan laut serta memberikan pelayanan cepat kepada masyarakat pesisir dan nelayan di wilayah perbatasan. (*)
Reporter : IHSAN IMADUDDIN
Editor : GUSTIA BENNY