Buka konten ini

BARCELONA (BP) – Aprilia tiba di Sirkuit Barcelona-Catalunya akhir pekan ini dengan momentum positif. Pabrikan asal Noale tersebut baru saja mencetak hasil bersejarah di Sirkuit Bugatti, Le Mans, pekan lalu (11/5) dengan menyapu bersih podium lewat Jorge Martin, Marco Bezzecchi, dan Ai Ogura.
Hasil itu semakin menegaskan peta persaingan MotoGP musim ini. Bezzecchi masih memimpin klasemen sementara dengan 128 poin. Tetapi, dia kini hanya unggul satu poin dari Martin. Sementara pembalap VR46 Ducati, Fabio Di Giannantonio, di posisi ketiga sudah tertinggal lebih dari 40 poin.
Situasi tersebut membuat perebutan gelar juara dunia MotoGP musim ini mulai mengarah menjadi duel duo Aprilia.
”Ya, saya rasa kami bisa mengatakan bahwa Aprilia adalah motor yang harus dikalahkan saat ini. Tetapi, menurut saya juga masih terlalu dini menilainya karena ada Pedro Acosta (KTM) dan Di Giannantonio,” kata CEO Aprilia Racing Massimo Rivola seperti dikutip dari GPOne.
Black Rules
Meski persaingan internal Aprilia semakin ketat, Rivola melihat situasi dalam tim masih sangat sehat. Dia memuji sikap Martin dan Bezzecchi yang sejauh ini tetap saling menghormati.
”Menurut saya, kami memiliki dua pembalap yang bukan hanya cepat, tetapi juga sangat profesional. Saya rasa mereka akan saling menghormati,” tutur Rivola.
Aprilia juga memiliki aturan internal yang mereka sebut sebagai ”Black Rules”. Inti dari aturan tersebut adalah menjaga rasa hormat antar-rekan setim.
”Satu-satunya aturan kami adalah rasa hormat. Ketika rasa hormat hilang di antara dua pembalap, itu akan langsung terlihat,” lanjut Rivola. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : GALIH ADI SAPUTRO