Buka konten ini
BATAM (BP) – Maraknya aksi pencurian dengan berbagai modus baru kembali meresahkan warga Kota Batam. Kali ini, pelaku kejahatan diduga berpura-pura menjadi petugas provider internet untuk mengelabui penghuni rumah sebelum melancarkan aksinya.
Modus tersebut menyasar rumah yang dalam kondisi sepi atau hanya dihuni anak-anak. Aksi pencurian berkedok “perbaiki wifi” itu bahkan sempat terekam kamera CCTv di Perumahan Taman Raya Tahap 2 RT 002 RW 011, Kelurahan Belian, Kecamatan Batam Kota, Rabu (13/5) sekitar pukul 16.00 WIB. Rekaman video tersebut kemudian beredar luas di sejumlah grup WhatsApp warga dan memicu kekhawatiran masyarakat.
Dalam pesan berantai yang tersebar, pelaku disebut datang dengan berpura-pura sebagai teknisi internet yang hendak melakukan pengecekan jaringan wifi. Dengan penampilan yang meyakinkan, pelaku mencoba masuk ke rumah warga untuk mencari kesempatan mengambil barang berharga seperti telepon genggam maupun barang elektronik lainnya.
Warga sekitar menyebut modus tersebut cukup berbahaya karena memanfaatkan kelengahan penghuni rumah. Terlebih, pelaku diduga kerap datang pada jam-jam ketika orang tua sedang bekerja dan hanya anak-anak berada di rumah.
Kondisi itu dinilai membuat aksi pencurian lebih mudah dilakukan tanpa menimbulkan kecurigaan.
Masyarakat pun diimbau agar tidak mudah membukakan pintu kepada orang asing yang datang tanpa pemberitahuan resmi. Warga diminta memastikan identitas petugas dengan memeriksa kartu pengenal, seragam resmi, hingga melakukan konfirmasi langsung kepada pihak provider internet sebelum mengizinkan seseorang masuk ke rumah.
Menanggapi maraknya modus kejahatan tersebut, Kapolresta Barelang Kombes Pol Anggoro Wicaksono sebelumnya telah mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai bentuk tindak kriminal yang berkembang di tengah masyarakat.
Menurutnya, pelaku kejahatan terus mencari celah dengan memanfaatkan situasi dan kelengahan warga.
“Kami mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dan hati-hati. Berbagai modus kejahatan harus diantisipasi dengan kewaspadaan dan kepekaan terhadap situasi lingkungan sekitar,” ujarnya. (*)
Reporter : EUSEBIUS SARA
Editor : GALIH ADI SAPUTRO