Buka konten ini

LONDON (BP) – Empat menit 11 detik di Stadion London, Senin (11/5) dinihari, mungkin akan dikenang sebagai momen paling menentukan dalam sejarah VAR (video assistant referee) di Premier League. Sebab, durasi selama peninjauan VAR saat Arsenal mengalahkan West Ham United 1-0 itu bukan hanya mengubah hasil pertandingan. Tetapi juga berpotensi menentukan perebutan gelar juara dan klub terdegradasi di Premier League musim ini.
Arsenal awalnya unggul lewat gol wide attacker Leandro Trossard pada menit ke-83. Namun, saat injury time babak kedua, striker West Ham Callum Wilson mencetak gol penyama kedudukan. Para pemain Arsenal memprotes gol tersebut. Mereka menilai striker West Ham lainnya, Pablo, melakukan pelanggaran terhadap kiper David Raya dalam situasi sepak pojok di depan gawang.
Wasit VAR Darren England memeriksa insiden itu selama dua menit 41 detik. Dia kemudian meminta wasit Chris Kavanagh melihat monitor di pinggir lapangan. Setelah meninjau selama satu menit 15 detik, gol West Ham pada menit ke-90+5 tersebut akhirnya dianulir.
Arsenal akhirnya menang 1-0 dan unggul lima poin (79-74) atas Manchester City yang memainkan satu laga lebih sedikit (36-35). Sementara West Ham tetap berada di batas zona degradasi (peringkat ke-18) dan tertinggal satu poin dari Tottenham Hotspur (peringkat ke-17) yang baru memainkan matchweek ke-36 dini hari tadi (12/5).
Seusai laga, tactician Arsenal Mikel Arteta mengapresiasi keputusan wasit. ”Ini keputusan besar, tetapi jelas keputusan yang benar. Insting pertama saya langsung merasa itu pelanggaran,” kata Arteta kepada BBC Radio 5 Live.
Terpisah, pelatih West Ham Nuno Espirito Santo merasa frustrasi dengan keputusan tersebut. ”Kami sangat sedih dan kecewa. Dengan banyaknya tarik-menarik, blocking, dan holding yang dibiarkan, sekarang kami kehilangan pengertian tentang apa itu pelanggaran,” tutur Nuno.
West Ham dikabarkan telah menghubungi badan wasit Inggris, Professional Game Match Officials (PGMO). Mereka meminta penjelasan resmi terkait keputusan tersebut. Selain itu, West Ham juga ingin meminta rekaman audio percakapan antara Kavanagh dan England selama proses peninjauan berlangsung. (*)
Laporan : JP GROUP
Editor : GALIH ADI SAPUTRO