Buka konten ini
KARIMUN (BP) – Pemerintah Kabupaten Karimun kembali mendapatkan bantuan sapi kurban dari presiden untuk Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah/2026. Total bobot sapi bantuan tersebut mencapai satu ton.
Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Karimun, Sukrianto Jaya Putra, mengatakan bantuan sapi presiden untuk masyarakat memiliki sejumlah kriteria, salah satunya berbobot maksimal satu ton.
“Jumlah bantuan sapi dari presiden untuk masyarakat hanya satu ekor dengan berat maksimal satu ton. Kriteria lainnya tentu harus sehat dan berasal dari peternak lokal,” ujar Sukrianto, Kamis (7/5).
Namun, kata dia, tidak ada sapi milik peternak lokal di Karimun yang memiliki bobot mencapai satu ton. Karena itu, kebutuhan bobot tersebut dipenuhi menggunakan dua ekor sapi.
Sapi pertama merupakan jenis Pegon dengan berat 600 kilogram yang berasal dari peternakan di Pulau Karimun. Sementara sapi kedua merupakan jenis Aberdeen Angus dengan berat 400 kilogram dari peternakan di Pulau Kundur.
“Anggaran biaya maksimal Rp100 juta. Untuk sapi 600 kilogram harganya Rp60 juta dan sapi 400 kilogram seharga Rp40 juta. Harga itu sudah termasuk ongkos kirim,” katanya.
Sukrianto menjelaskan, kedua sapi bantuan tersebut nantinya akan dikirim ke Masjid Baitul Rahman di Kecamatan Moro.
Menurut dia, penentuan lokasi penyaluran bantuan sapi kurban dilakukan oleh Bagian Kesra Setkab Karimun. Sementara Dinas Pangan dan Pertanian membantu proses administrasi peternak.
“Untuk transaksi pembayaran langsung antara pihak Sekretariat Kepresidenan dengan peternak,” jelasnya.
Administrasi pengajuan bantuan sapi tersebut telah dikirim ke Sekretariat Kepresidenan sejak satu bulan lalu dan proses pembayaran diperkirakan selesai bulan ini.
“Pembayaran akan langsung ditransfer ke peternak, tidak melalui pemerintah kabupaten lagi,” tambahnya.
Selain itu, Dinas Pangan dan Pertanian Karimun juga mulai melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban menjelang Iduladha.
Petugas kesehatan hewan telah turun ke lapangan melakukan pemeriksaan ante mortem terhadap sapi dan kambing sebelum didistribusikan ke masjid dan surau. “Kita lakukan ante mortem untuk memastikan hewan kurban dalam kondisi sehat dan layak disembelih,” ujar Sukrianto. (*)
Reporter : SANDI PRAMOSINTO
Editor : GUSTIA BENNY