Buka konten ini

PARIS Saint-Germain membawa keunggulan tipis 5-4 atas Bayern Munich jelang leg kedua semifinal UEFA Champions League di Allianz Arena, Munchen, dini hari nanti (siaran langsung di SCTV, beIN Sports Connect, dan Vidio pukul 02.00 WIB). Laga diprediksi kembali berlangsung terbuka dengan potensi hujan gol.
Bermain di kandang sendiri dengan kondisi tertinggal agregat, Bayern dipastikan tampil menyerang sejak awal. Alih-alih memperkuat pertahanan, Die Roten justru bertekad memburu gol cepat demi membalikkan keadaan. Dalam enam laga terakhir, lini belakang Bayern terbilang rapuh setelah kebobolan 16 gol.
“Kami tidak akan duduk dan bertahan. Kami membutuhkan gol dan harus mencarinya sejak awal,” ujar Joshua Kimmich.
Di sisi lain, PSG juga tidak berniat mengubah pendekatan bermain. Gelandang Vitinha menilai strategi menyerang tetap menjadi pilihan paling realistis. Les Parisiens tercatat produktif di laga tandang dengan delapan gol dalam tiga pertandingan fase gugur musim ini.
“Tim kami tidak didesain untuk puas hanya dengan satu gol,” tegas Vitinha.
Kedua tim sama-sama mengandalkan lini depan yang tajam. Bayern bertumpu pada Harry Kane yang didukung Luis Díaz dan Michael Olise. Trio ini menyumbang 25 dari total 42 gol Bayern di Liga Champions musim ini.
Sementara itu, PSG memiliki trisula Ousmane Dembélé, Khvicha Kvaratskhelia, dan Désiré Doué yang telah menghasilkan 22 dari 43 gol tim.
Pelatih PSG, Luis Enrique, menekankan pentingnya kontribusi kolektif dalam mencetak gol.
“Saya lebih suka semua pemain bisa mencetak gol, bukan hanya lini depan,” ujarnya.
Sementara itu, pelatih Bayern, Vincent Kompany, menilai pengalaman trio Kane–Díaz–Olise di Premier League menjadi keunggulan tersendiri, terutama dalam transisi serangan cepat.
Faktor lain yang bisa memengaruhi jalannya laga adalah absennya bek kanan PSG, Achraf Hakimi, akibat cedera paha. Posisi tersebut kemungkinan kembali diisi oleh Warren Zaïre-Emery, yang akan menghadapi ancaman langsung dari kecepatan dan kelincahan Díaz.
“Saya selalu siap bermain di posisi mana pun. Semua pemain Bayern berbahaya,” ujar Zaïre-Emery.
Dengan karakter menyerang dari kedua tim dan kebutuhan Bayern untuk mengejar defisit, duel di Allianz Arena dipastikan berlangsung sengit dan terbuka—sebuah pertarungan yang berpotensi kembali menghadirkan pesta gol. (***)
Reporter : JP GROUP
Editor : GALIH ADI SAPUTRO