Buka konten ini

SAN ANTONIO (BP) – Penampilan bersejarah Victor Wembanyama tak cukup menyelamatkan San Antonio Spurs dari kekalahan 102-104 atas Minnesota Timberwolves pada gim pertama semifinal Wilayah Barat NBA, Selasa (5/5), di Frost Bank Center.
Wembanyama mencatatkan triple-double langka dengan 11 poin, 15 rebound, dan 12 blok. Torehan blok tersebut sekaligus menjadi rekor baru dalam satu pertandingan playoff NBA, melampaui catatan 10 blok milik Hakeem Olajuwon (1990), Mark Eaton (1985), dan Andrew Bynum (2012).
Meski tampil dominan di sektor pertahanan, Wembanyama mengakui performanya belum optimal secara keseluruhan. Ia merasa penggunaan energinya di lapangan belum efisien.
“Saya merasa harus lebih pintar menggunakan energi. Saya terlalu banyak menggunakannya di satu sisi lapangan, sementara di sisi ofensif justru tidak efektif. Itu tanggung jawab saya,” ujarnya.
Pemain yang akrab disapa Wemby itu memang kesulitan menemukan ritme serangan. Ia hanya mencatatkan akurasi tembakan 29 persen dan gagal memasukkan seluruh delapan percobaan tripoin—catatan terburuk dalam sejarah playoff Spurs untuk satu pemain.
Di sisi lain, Timberwolves berhasil meredam Wembanyama lewat pertahanan solid. Duet Rudy Gobert dan Julius Randle bergantian menjaga. Gobert, peraih empat kali Defensive Player of the Year, tampil dominan di paruh pertama, sementara Randle mengambil alih di babak kedua.
“Sejujurnya, saya perlu melihat ulang rekaman untuk memahami dinamika permainan. Saat ini masih terasa kabur,” kata Wembanyama.
Meski berakhir pahit, Wembanyama tetap mencatatkan pencapaian lain. Pada usia 22 tahun 120 hari, ia menjadi pemain termuda dalam sejarah Spurs yang mencetak triple-double di playoff, melampaui rekor Tim Duncan yang melakukannya pada 2002 di usia 25 tahun 360 hari.
Hasil ini membuat Spurs tertinggal 0-1 dalam seri, sekaligus menjadi pengingat bahwa rekor individu tak selalu berbanding lurus dengan hasil tim di panggung playoff. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : GALIH ADI SAPUTRO