Buka konten ini

TANJUNGPINANG (BP) – Kenaikan harga di berbagai sektor mendorong inflasi di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) pada April 2026 mencapai 3,06 persen (year on year/y-on-y). Dari seluruh daerah, Kota Batam mencatatkan inflasi tertinggi.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kepri, secara bulanan (month to month/m-to-m), inflasi April 2026 tercatat sebesar 0,43 persen. Angka ini menunjukkan adanya kenaikan harga sejumlah komoditas dibandingkan bulan sebelumnya.
Kepala BPS Kepri, Toto Haryanto Silitonga, mengatakan inflasi tertinggi terjadi di Batam sebesar 3,26 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 112,77. Sementara itu, inflasi terendah terjadi di Kabupaten Karimun sebesar 1,00 persen dengan IHK 108,93.
“Adapun Kota Tanjungpinang mengalami inflasi sebesar 3,25 persen dengan IHK 109,64,” ujar Toto, Selasa (5/5).
Ia menjelaskan, seluruh kelompok pengeluaran mengalami inflasi tahunan. Kenaikan tertinggi terjadi pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 11,67 persen.
Selanjutnya, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran mengalami inflasi 4,91 persen, disusul transportasi sebesar 4,15 persen.
Kelompok makanan, minuman, dan tembakau juga menjadi penyumbang signifikan dengan inflasi sebesar 2,45 persen. Selain itu, kelompok kesehatan mengalami kenaikan 2,46 persen, pakaian dan alas kaki 1,59 persen, serta perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 1,00 persen.
“Kelompok pakaian dan alas kaki mengalami inflasi y-on-y sebesar 1,59 persen, atau terjadi kenaikan indeks dari 106,22 pada April 2025 menjadi 107,91 pada April 2026,” jelasnya.
Sementara itu, kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya juga mencatat inflasi y-on-y sebesar 1,55 persen, dengan indeks naik dari 102,04 pada April 2025 menjadi 103,62 pada April 2026. (*)
Reporter : MOHAMAD ISMAIL
Editor : GUSTIA BENNY