Buka konten ini

TANJUNGPINANG (BP) – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) masih menghadapi kekurangan tenaga guru di sejumlah sekolah yang tersebar di tujuh kabupaten/kota.
Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, mengakui kondisi tersebut masih menjadi tantangan, terutama seiring bertambahnya jumlah sekolah setiap tahun.
Ansar mengatakan, Pemprov Kepri telah melakukan analisis kebutuhan guru di masing-masing SMA dan SMK negeri. Hasilnya, kebutuhan tenaga pengajar dinilai masih cukup besar.
“Sudah kita analisis, guru memang kita butuhkan. Terutama karena setiap tahun ada penambahan sekolah,” ujar Ansar di Tanjungpinang, Senin (4/5).
Sebagai langkah lanjutan, Pemprov Kepri mewacanakan pembukaan rekrutmen calon pegawai negeri sipil (CPNS) untuk formasi guru. Namun, rencana tersebut masih menunggu kepastian kemampuan anggaran daerah serta koordinasi dengan pemerintah pusat.
“Kita akan ke Kemenpan untuk melihat kemungkinan membuka lagi tes penerimaan guru. Tapi ini menyangkut kekuatan anggaran kita, jadi akan dibahas terlebih dahulu,” tambahnya.
Ia berharap pemerintah pusat terus mendukung pembangunan sektor pendidikan di Kepri, khususnya di wilayah padat penduduk dan kawasan pulau.
Jika proses di tingkat pusat berjalan lancar, rekrutmen CPNS formasi guru ditargetkan dapat dilaksanakan tahun ini. Dengan begitu, para guru yang lolos seleksi diharapkan sudah bisa mulai mengajar pada 2027 mendatang.
“Kalau memungkinkan kita minta tahun ini, mungkin akhir tahun, sehingga tahun depan mereka sudah bisa mulai bertugas,” pungkasnya. (*)
Reporter : MOHAMAD ISMAIL
Editor : GUSTIA BENNY