Buka konten ini

INDONESIA memberikan peluang luas bagi masuknya investasi digital global, namun tetap menetapkan batas yang tegas dalam hal pelindungan data pribadi.
Dalam pertemuan dengan pelaku usaha asal Amerika Serikat, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria menegaskan arah kebijakan tersebut. Ia menyampaikan bahwa Indonesia terbuka bagi investor, terutama di sektor digital, dengan tetap menjadikan keamanan data masyarakat sebagai prioritas utama.
”Indonesia adalah tempat yang aman untuk berinovasi bagi pelaku usaha, sekaligus memberikan jaminan kepada masyarakat bahwa data pribadi mereka terlindungi dan privasinya dihormati,” tegas Wamen Nezar dalam audiensi bersama American Chamber of Commerce in Indonesia dan perwakilan U.S. Chamber of Commerce di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta Pusat, dikutip Minggu (3/5).
Dalam kesempatan itu, ia juga menyoroti posisi Indonesia yang tengah berada pada fase penting dalam peta ekonomi digital dunia.
Pemerintah terus memperkuat infrastruktur serta memperluas konektivitas di berbagai wilayah guna mendukung pertumbuhan tersebut.
Hingga akhir 2025, nilai ekonomi digital Indonesia diperkirakan mendekati 100 miliar dolar AS, dengan pertumbuhan yang didorong oleh perdagangan berbasis video serta layanan keuangan digital.
Untuk menjaga iklim investasi tetap kondusif, pemerintah menghadirkan regulasi yang jelas dan terukur. Hubungan ekonomi dengan Amerika Serikat juga diperkuat melalui Agreement on Reciprocal Trade (ART).
Meski demikian, aspek pelindungan masyarakat tetap menjadi pijakan utama. Pemerintah telah mengesahkan Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi (UU PDP) sebagai dasar hukum dalam menjaga keamanan data.
Selain itu, pengembangan kecerdasan artifisial juga diarahkan melalui penyusunan peta jalan serta pedoman etika.
Perlindungan anak di ruang digital turut diperkuat lewat Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS), serta kolaborasi dengan platform teknologi, lembaga pendidikan, dan masyarakat guna meningkatkan literasi digital.
Di akhir pernyataannya, Wamen Nezar mengajak pelaku industri global untuk melihat Indonesia bukan hanya sebagai pasar, tetapi sebagai mitra strategis dalam jangka panjang.
“Indonesia terbuka untuk bisnis, namun yang lebih penting, kami terbuka untuk kemitraan yang berkelanjutan, berorientasi pada pengembangan talenta, serta inovasi yang beretika,” ujarnya. (***)
Laporan : JP GROUP
Editor : ANDRIANI SUSILAWATI