Buka konten ini

LOS ANGELES (BP) – Di tengah pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan, Taylor Swift mengambil langkah serius untuk melindungi identitasnya. Ia dilaporkan mengajukan pendaftaran merek dagang atas suaranya ke United States Patent and Trademark Office (USPTO).
Dalam pengajuan tersebut, Swift menyertakan dua rekaman suara. Salah satunya berisi sapaan khas “Hey, ini Taylor” yang kemudian dilanjutkan dengan pengumuman perilisan album terbarunya, The Life of a Showgirl, yang dirilis awal Oktober.
Tak hanya itu, dokumen yang diajukan pada 24 April juga mencantumkan foto Swift saat tampil di atas panggung. Informasi ini pertama kali mencuat melalui pengacara kekayaan intelektual Josh Gerben. Hingga kini, belum ada penjelasan rinci terkait cakupan perlindungan yang diajukan, dan pihak Swift pun belum memberikan komentar resmi.
Langkah ini menempatkan Swift dalam barisan figur publik yang mulai waspada terhadap ancaman penyalahgunaan suara oleh teknologi AI. Sebelumnya, aktor Matthew McConaughey juga telah mengajukan perlindungan serupa. Ia mendaftarkan suara ikoniknya, termasuk kalimat legendaris “Alright, alright, alright!” dari film Dazed and Confused.
Perkembangan teknologi AI saat ini memang memungkinkan penciptaan suara tiruan hanya dari potongan audio singkat—sesuatu yang dulu membutuhkan waktu dan proses panjang. Kondisi ini memicu kekhawatiran luas di kalangan artis terkait kontrol atas identitas suara dan citra mereka.
Sejumlah negara bagian di Amerika Serikat mulai merespons dengan regulasi. Salah satunya melalui ELVIS Act yang disahkan di Tennessee pada 2024, memberikan perlindungan lebih luas terhadap penyalahgunaan suara dan kemiripan identitas.
Meski begitu, tidak banyak selebritas yang menempuh jalur hukum secara langsung. Salah satu kasus yang sempat menyita perhatian datang dari Scarlett Johansson, yang menggugat aplikasi AI karena menggunakan kemiripan dirinya tanpa izin untuk kepentingan iklan. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : GUSTIA BENNY