Buka konten ini

BINTAN (BP) – Penutupan dua jembatan di Jalan Lintas Barat, yakni Jembatan Ekang dan Anculai, mulai Rabu (29/4), langsung mengubah pola lalu lintas di kawasan tersebut. Untuk mengantisipasi kebingungan pengendara, petugas gabungan disiagakan di sejumlah titik persimpangan.
Sejak pagi, personel dari Satlantas Polres Bintan, Dinas Perhubungan (Dishub) Bintan, serta pihak pelaksana proyek tampak aktif mengatur arus kendaraan. Salah satu titik penjagaan berada di Simpang Penaga.
Di lokasi itu, pengendara dari arah Tanjunguban diarahkan menuju Simpang Penaga, kemudian berbelok ke kanan ke arah Desa Ekang Anculai, dan melanjutkan perjalanan melalui Jalan Lama Tanjungpinang–Tanjunguban.
Kanit Turjagwali Satlantas Polres Bintan, Ipda Mahardika Sidik, mengatakan rambu-rambu petunjuk arah sebenarnya telah dipasang di sejumlah titik. Namun, petugas tetap disiagakan untuk memastikan pengendara tidak salah jalur.
“Petugas kami siagakan mulai dari Simpang Bintan Buyu hingga Simpang Penaga,” ujarnya.
Ia mengakui, pada hari pertama pengalihan arus masih banyak masyarakat yang belum mengetahui perubahan tersebut. Karena itu, petugas di lapangan juga berperan memberikan penjelasan langsung kepada pengendara.
“Petugas sekaligus mengarahkan dan memberi informasi kepada pengguna jalan,” tambahnya.
Mahardika mengimbau pengendara agar mematuhi rambu-rambu yang telah dipasang. Selain itu, pengendara juga diminta memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima sebelum melintasi jalur alternatif.
Pengalihan arus ini berdampak pada bertambahnya jarak tempuh. Berdasarkan pengukuran wartawan Batam Pos, perjalanan dari kawasan Lobam menuju Bundaran Kilometer (Km) 16 Toapaya yang biasanya sekitar 41 kilometer, kini bertambah menjadi kurang lebih 59 kilometer.
Waktu tempuh pun ikut berubah. Jika sebelumnya perjalanan dapat ditempuh kurang dari satu jam, kini rata-rata membutuhkan waktu sekitar satu jam, tergantung kondisi lalu lintas di jalur alternatif. (***)
Reporter : SLAMET NOFASUSANTO
Editor : GUSTIA BENNY