Buka konten ini

BALI (BP) – Industri perhotelan di Indonesia terus bergerak menuju praktik bisnis berkelanjutan. Hal ini ditunjukkan oleh Fairfield by Marriott Bali Kuta Sunset Road yang resmi memulai transisi energi terbarukan dengan memasang pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 134,42 kWp.
Langkah ini dilakukan bersama Greenvolt Power Indonesia sebagai mitra strategis untuk mendukung efisiensi energi sekaligus mengurangi emisi karbon. Inisiatif tersebut juga menjadi bagian dari komitmen global Marriott International melalui program keberlanjutan Serve 360.
Penerapan energi surya ini diproyeksikan mampu menekan emisi karbon hingga sekitar 146.923 kilogram CO2 per tahun atau setara dengan penyerapan karbon oleh sekitar 3.787 pohon. Hal ini menjadi langkah konkret dalam mendukung agenda dekarbonisasi di sektor perhotelan.
Peresmian commercial operation date (COD) dilakukan beberapa waktu lalu. General Manager Fairfield by Marriott Bali Kuta Sunset Road, Eric Gozal, menyatakan bahwa penggunaan energi terbarukan merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan dalam mengelola energi secara lebih bertanggung jawab.
“Adopsi energi surya menjadi langkah penting bagi kami untuk mengurangi jejak lingkungan, sekaligus melengkapi berbagai inisiatif ramah lingkungan yang telah dijalankan, termasuk pengurangan plastik sekali pakai,” ujarnya dilansir propertynbank.
Ia menambahkan, kolaborasi dengan Greenvolt Power Indonesia memastikan proses transisi berjalan optimal tanpa mengesampingkan standar internasional yang diterapkan Marriott.
Sementara itu, Head of Operations Greenvolt Power Indonesia, Fanny Susanti, menilai bahwa transisi energi kini menjadi kebutuhan strategis bagi pelaku usaha, khususnya di sektor dengan konsumsi energi tinggi seperti perhotelan.
Menurutnya, berbagai skema kemitraan seperti zero capex dan zero opex turut mempermudah perusahaan dalam mengadopsi energi terbarukan tanpa terbebani investasi awal maupun tambahan biaya operasional.
“Transisi energi bukan lagi sekadar pilihan, melainkan langkah penting untuk menjaga ketahanan bisnis jangka panjang,” jelasnya.
Langkah yang dilakukan hotel ini mencerminkan tren global di industri perhotelan yang semakin menempatkan aspek keberlanjutan sebagai prioritas utama. Seiring meningkatnya kesadaran terhadap isu lingkungan, pelaku industri di Indonesia mulai beradaptasi untuk memenuhi standar internasional.
Ke depan, kolaborasi antara pihak hotel dan Greenvolt Power Indonesia diharapkan dapat menjadi contoh bagi pelaku usaha lain dalam mempercepat adopsi energi bersih. Inisiatif ini sekaligus memperkuat kontribusi sektor perhotelan dalam mendukung target dekarbonisasi nasional.
Penerapan energi surya di sektor perhotelan juga dinilai mampu meningkatkan efisiensi biaya operasional dalam jangka panjang. Selain itu, penggunaan energi terbarukan menjadi nilai tambah bagi hotel dalam menarik wisatawan yang semakin peduli terhadap isu lingkungan.
Di Indonesia, tren hotel ramah lingkungan terus berkembang seiring meningkatnya kesadaran industri terhadap pentingnya keberlanjutan. Langkah ini sejalan dengan target pemerintah dalam mendorong penggunaan energi bersih serta mempercepat transisi menuju ekonomi rendah karbon.
Dengan tren tersebut, sektor perhotelan diharapkan dapat menjadi salah satu motor penggerak dalam percepatan adopsi energi terbarukan di Indonesia. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : ANDRIANI SUSILAWATI