Buka konten ini

ANAMBAS (BP) – Gangguan listrik yang kembali terjadi di Kabupaten Kepulauan Anambas dalam sepekan terakhir menuai sorotan DPRD setempat. Pemadaman yang terjadi dinilai mengganggu aktivitas masyarakat.
Merespons kondisi tersebut, Komisi II DPRD Kepulauan Anambas langsung memanggil pihak PLN untuk memberikan penjelasan melalui rapat dengar pendapat (RDP).
Ketua Komisi II DPRD Kepulauan Anambas, Ayub, mengatakan pemanggilan dilakukan guna mengetahui penyebab pasti gangguan listrik sekaligus memastikan langkah penanganan yang dilakukan PLN.
“Kami panggil PLN untuk menjelaskan kondisi distribusi listrik. Dalam sepekan terakhir, pasokan kembali bermasalah,” ujar Ayub, Senin (27/4).
Dalam rapat tersebut, PLN memaparkan sejumlah kendala yang menjadi penyebab pemadaman di beberapa wilayah. Salah satu faktor utama adalah kerusakan mesin pembangkit di PLTD Teluk Red.
“Ada satu mesin pembangkit di PLTD Teluk Red yang mengalami kerusakan, dan itu cukup berdampak pada pasokan listrik,” jelasnya.
Meski demikian, perbaikan terhadap mesin tersebut telah dilakukan. Ayub menyebutkan, proses perbaikan ditargetkan rampung dalam waktu dekat.
“Hari ini perbaikan selesai. Insya Allah mulai pekan depan, PLN berkomitmen tidak ada pemadaman lagi,” ungkapnya.
Selain membahas perbaikan mesin, PLN juga memaparkan rencana penambahan sumber energi listrik di Anambas. Dalam waktu dekat, daerah ini akan mendapatkan bantuan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).
PLTS tersebut rencananya dibangun di tiga lokasi, yakni Palmatak, Jemaja, dan Siantan.
“Sebelum pembangunan, akan ada tim survei yang turun. Komisi II akan mendampingi dan meminta agar pembangunan PLTS bisa segera direalisasikan,” kata Ayub.
Dengan perbaikan mesin pembangkit dan rencana pembangunan PLTS, DPRD berharap pasokan listrik di Anambas ke depan lebih stabil sehingga tidak lagi mengganggu aktivitas masyarakat. (*)
Reporter : IHSAN IMADUDDIN
Editor : GUSTIA BENNY