Buka konten ini

BATAM (BP) – Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Batam mencatat sebanyak 2.206 jamaah calon haji (JCH) telah diberangkatkan menuju Tanah Suci hingga Senin (27/4). Jumlah tersebut merupakan akumulasi dari lima kelompok terbang (kloter) yang telah diterbangkan melalui Bandara Internasional Hang Nadim Batam.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Kepulauan Riau sekaligus Ketua PPIH Embarkasi Batam, Muhammad Syafii, mengatakan keberangkatan terbaru dilakukan melalui Kloter 5 yang membawa sebanyak 440 jamaah.
“Dengan keberangkatan Kloter 5 ini, total jamaah yang sudah diterbangkan melalui Embarkasi Batam mencapai 2.206 orang,” ujarnya.
Kloter 5 terdiri dari jamaah asal Provinsi Riau, yakni Kabupaten Kampar, Siak, dan Batam, ditambah petugas haji daerah serta petugas kloter. Rombongan diberangkatkan menggunakan pesawat Saudi Arabian Airlines dengan nomor penerbangan SV 5312 pada pukul 07.40 WIB dan dijadwalkan tiba di Bandara Madinah pukul 13.05 Waktu Arab Saudi.
Berdasarkan data PPIH Embarkasi Batam, jamaah tertua dalam Kloter 5 adalah Samsinar Ismail Kamiahir (83) asal Kampar, sementara jamaah termuda Ahkmal Hamsya Habibie (18) juga berasal dari Kampar. Adapun Ketua Kloter dipercayakan kepada Riki Setiawan.
Dalam proses pemberangkatan, terdapat tujuh jamaah yang mengalami penundaan keberangkatan karena alasan kesehatan maupun pendampingan. Sebagian besar berasal dari Kampar dan akan dijadwalkan ulang setelah kondisi memungkinkan.
Sebaliknya, terdapat dua jamaah mutasi masuk dari Kloter 2, yakni Nawaroh Abdul Wahab dan Susilowati Nasichin, keduanya berasal dari Batam.
Syafii menambahkan, seiring keberangkatan Kloter 5, jamaah Kloter 6 dijadwalkan masuk ke Asrama Haji Batam pada hari yang sama dan akan diberangkatkan ke Tanah Suci pada Selasa (28/4) pukul 09.40 WIB.
Pada musim haji 1447 Hijriah/2026 Masehi ini, Embarkasi Batam dijadwalkan memberangkatkan total 10.945 jamaah yang berasal dari empat provinsi, yakni Kepulauan Riau, Riau, Jambi, dan Kalimantan Barat, yang terbagi dalam 25 kelompok terbang.
Jemaah Bisa Laporkan Kendala Secara Daring
Seiring dimulainya operasional haji 2026, Kementerian Haji dan Umrah membuka kanal pengaduan daring untuk memudahkan jemaah melaporkan berbagai kendala selama berada di Tanah Suci.
Melalui aplikasi berbasis web Kawal Haji yang dapat diakses di kawal.haji.go.id, jemaah dapat menyampaikan laporan secara langsung agar segera ditindaklanjuti.
Pelaksana Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Kantor Urusan Haji Jeddah, Ali Sadikin, menjelaskan platform tersebut menjadi sarana komunikasi antara jemaah dan petugas.
“Website ini berfungsi sebagai media bagi jemaah maupun petugas untuk melaporkan kendala yang berkaitan dengan layanan haji,” ujarnya.
Jemaah dapat melaporkan berbagai persoalan, mulai dari konsumsi, akomodasi atau penginapan, hingga layanan transportasi. Selain itu, laporan juga bisa mencakup orang hilang, barang hilang, informasi kesehatan, hingga bimbingan ibadah.
“Semua hal yang berkaitan dengan operasional haji bisa dilaporkan melalui Kawal Haji,” jelas Ali.
Menurutnya, kehadiran Kawal Haji akan memperkuat layanan yang selama ini diberikan petugas di lapangan.
Ia mencontohkan, jika jemaah menyampaikan keluhan kesehatan kepada petugas nonmedis, laporan tersebut tetap dapat diteruskan melalui sistem. Nantinya, petugas kesehatan yang berwenang akan menindaklanjuti.
Seluruh petugas haji memiliki akses untuk memantau laporan jemaah beserta lokasinya secara real time. Bahkan, sesama jemaah juga dapat ikut membantu memberikan informasi jika berada di lokasi yang berdekatan.
“Jadi, tidak hanya petugas, jemaah lain pun bisa ikut membantu memberikan solusi,” katanya.
Ali menambahkan, Kawal Haji sengaja dibuat berbasis website, bukan aplikasi. Hal ini bertujuan agar jemaah dapat mengakses layanan dengan mudah melalui berbagai perangkat tanpa perlu mengunduh aplikasi tambahan.
Dengan sistem ini, diharapkan setiap kendala yang dialami jemaah dapat ditangani lebih cepat, sehingga pelaksanaan ibadah haji berjalan lebih lancar dan nyaman. (*)
Reporter : RENGGA YULIANDRA – JP GROUP
Editor : RATNA IRTATIK