Buka konten ini

BATAM (BP) – Kecelakaan kerja kembali terjadi di kawasan galangan kapal PT ASL Shipyard, Tanjunguncang, Kecamatan Batuaji. Seorang pekerja, Dame Lumban Tobing, meninggal dunia setelah terlindas forklift, Sabtu (25/4) siang.
Peristiwa nahas itu terjadi saat proses pengangkutan tabung gas menggunakan forklift di area kerja. Pada saat bersamaan, korban berada di jalur lintasan alat berat tersebut hingga akhirnya tertabrak.
“Korban terjatuh lalu terlindas.
Langsung ditolong pekerja lain yang berada di lokasi,” ujar Robi, salah seorang pekerja di galangan tersebut.
Korban sempat dilarikan ke RSUD Embung Fatimah untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, akibat luka serius yang diderita, nyawanya tidak dapat diselamatkan.
“Lukanya cukup parah. Bagian kaki dan tubuh mengalami cedera berat,” tambahnya.
Kapolsek Batuaji, AKP Bayu Rizki Subagyo, membenarkan peristiwa tersebut. Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kejadian.
“Benar, kejadian tersebut sedang dalam proses penyelidikan,” ujarnya.
Sejauh ini, polisi telah memeriksa empat orang saksi, terdiri dari pekerja di lokasi serta operator forklift. Pemeriksaan masih akan terus dikembangkan.
“Total sementara ada empat saksi yang sudah dimintai keterangan,” jelasnya.
Rentetan Kecelakaan dalam Setahun
Insiden ini menambah panjang daftar kecelakaan kerja di PT ASL Shipyard dalam kurun setahun terakhir. Sejumlah peristiwa bahkan menelan banyak korban jiwa dan memicu sorotan serius terhadap penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3).
Berdasarkan catatan yang pernah diberitakan, pada 24 Juni 2025, terjadi kebakaran di kapal MT Federal II yang menewaskan empat pekerja dan melukai lima lainnya.
Tak lama berselang, 15 Oktober 2025, ledakan besar kembali terjadi di kapal yang sama. Insiden ini menewaskan hingga 14 pekerja dan melukai 17 orang.
Selanjutnya, pada 29 Desember 2025, dua pekerja dilaporkan meninggal dunia akibat tersengat listrik saat melakukan pengecatan kapal.
Memasuki tahun 2026, insiden masih terus terjadi. Kebakaran kembali dilaporkan pada 25 Januari 2026, meski tidak menimbulkan korban jiwa.
Bahkan, dalam rentang waktu yang tidak lama, kecelakaan di kawasan galangan ini tercatat telah menelan korban dalam jumlah besar, termasuk insiden yang menewaskan belasan pekerja hingga memicu rapat dengar pendapat DPRD Batam.
Kecelakaan terbaru pada April 2026 yang menewaskan Dame Lumban Tobing kembali mempertegas bahwa persoalan K3 di lingkungan kerja tersebut masih menjadi pekerjaan rumah serius.
Sorotan K3 Menguat
Berulangnya kecelakaan kerja ini memicu perhatian berbagai pihak, termasuk pemerintah pusat. Menteri Ketenagakerjaan RI, Yassierli, sebelumnya telah memberikan peringatan keras kepada manajemen perusahaan agar meningkatkan standar K3.
Pemerintah bahkan tidak menutup kemungkinan menjatuhkan sanksi tegas, termasuk penghentian operasional, apabila insiden serupa terus berulang.
Di tingkat daerah, dorongan evaluasi menyeluruh juga terus menguat. Sejumlah pihak menilai perlu ada audit total terhadap sistem keselamatan kerja guna mencegah korban berikutnya.
Sebab, bagi para pekerja, tempat kerja seharusnya menjadi ruang mencari nafkah—bukan tempat terakhir mereka menghembuskan napas. (*)
Reporter : YOFI YUHENDRI
Editor : RATNA IRTATIK