Buka konten ini

KETERSEDIAAN minyak goreng merek Minyakita di Batam dipastikan akan kembali normal pada Mei 2026, setelah sebelumnya pasokan sempat tertahan karena prioritas penyaluran bantuan pangan pemerintah.
Pimpinan Perum Bulog Kantor Cabang Batam, Guido XL Pereira, mengatakan hingga April ini pasokan Minyakita memang belum masuk ke Batam. Hal tersebut terjadi karena distribusi masih difokuskan untuk mendukung program bantuan pangan nasional.
“Untuk April memang belum ada yang masuk ke Batam, karena kami masih fokus penyaluran bantuan pangan. Namun kami upayakan awal Mei sudah mulai masuk,” ujarnya.
Meski pasokan belum tersedia secara maksimal, Guido memastikan harga minyak goreng di pasaran masih relatif stabil dan tidak mengalami lonjakan signifikan. Kondisi ini dinilai cukup membantu menjaga daya beli masyarakat.
“Harga masih stabil, jadi masyarakat tidak perlu khawatir,” tambahnya.
Ia menjelaskan, kebutuhan Minyakita di wilayah Kepulauan Riau, khususnya Batam, tergolong cukup tinggi. Rata-rata kebutuhan mencapai sekitar 2 juta liter per bulan, bahkan bisa lebih besar karena adanya dua skema alokasi distribusi.
“Dengan dua alokasi, masing-masing dua liter, total kebutuhan bisa lebih besar. Untuk Batam sendiri, estimasinya sekitar 260 ribu liter,” jelasnya.
Menurut Guido, saat ini distribusi masih diprioritaskan untuk program bantuan pangan. Setelah kuota bantuan terpenuhi, pasokan untuk kebutuhan komersial atau pasar umum baru akan disalurkan.
“Kami sudah ajukan pembukaan pemesanan. Namun saat ini mereka menyelesaikan dulu kuota bantuan. Setelah itu baru dialokasikan untuk penjualan di pasar,” terangnya.
Dengan kondisi tersebut, Bulog optimistis distribusi Minyakita untuk pasar umum akan kembali normal pada Mei mendatang, seiring masuknya alokasi baru dari pemerintah pusat.
Bulog Batam juga terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat guna memastikan ketersediaan pangan tetap terjaga dan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi. (***)
Reporter : YASHINTA
Editor : GALIH ADI SAPUTRO