Buka konten ini

JAKARTA (BP) – Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia kembali mengevakuasi 45 warga negara Indonesia (WNI) dari Iran menyusul eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.
Dalam keterangan resminya, Kemlu menyebut para WNI akan dipulangkan secara bertahap dalam tiga kloter kedatangan pada 14 hingga 16 April 2026.
Kloter pertama telah tiba dengan selamat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Selasa (14/4) pukul 18.00 WIB, setelah menempuh perjalanan udara melalui Baku, Azerbaijan.
Setibanya di Jakarta, para WNI langsung diserahterimakan kepada Dinas Sosial DKI Jakarta serta badan penghubung dari sejumlah daerah, seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Lampung, untuk proses pemulangan ke daerah asal.
Kemlu menambahkan, kloter kedua dijadwalkan tiba pada hari berikutnya.
Evakuasi ini merupakan bagian dari upaya pemerintah melalui perwakilan RI di luar negeri, khususnya KBRI Teheran dan KBRI Baku, guna memastikan keselamatan WNI di wilayah terdampak konflik.
Berdasarkan data KBRI Teheran per 7 April 2026, masih terdapat 281 WNI yang berada di Iran. Mayoritas merupakan pelajar dan mahasiswa yang tinggal di Qom, sementara lainnya adalah pekerja migran dan ekspatriat.
“Kemlu RI melalui KBRI Teheran terus melakukan komunikasi intensif untuk memastikan kondisi WNI serta memberikan bantuan yang diperlukan,” demikian pernyataan Kemlu.
Sementara itu, Plt Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI, Heni Hamidah, sebelumnya menyebut lebih dari 700 WNI di kawasan Timur Tengah terdampak gangguan penerbangan dan masih menunggu proses pemulangan.
Hingga pekan lalu, perwakilan RI di kawasan tersebut telah memfasilitasi repatriasi mandiri bagi 2.284 WNI, di luar jemaah umrah yang juga terdampak. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : GUSTIA BENNY