Buka konten ini
SINGAPURA (BP) – Pemerintah Singapura berencana membangun 50 lapangan serbaguna untuk olahraga badminton dan pickleball dalam lima tahun ke depan. Sejumlah fasilitas bahkan sudah mulai beroperasi.
Menteri Sementara Bidang Budaya, Komunitas, dan Pemuda, David Neo, mengatakan delapan lapangan yang dapat digunakan untuk dua olahraga tersebut telah dibuka di kawasan Kallang sejak Januari lalu. Dalam beberapa bulan ke depan, delapan lapangan pickleball tambahan juga akan dibuka di terminal bus Little India Bus Terminal.
Neo menjelaskan bahwa fasilitas olahraga publik di Singapura digunakan secara sangat intensif. Setiap tahun, total pengunjungnya mencapai lebih dari 20 juta orang.
Seiring semakin banyak warga yang menjalani gaya hidup aktif, permintaan terhadap fasilitas olahraga pun ikut meningkat, terutama pada jam-jam sibuk. Badminton dan pickleball menjadi dua olahraga yang paling banyak diminati masyarakat.
Pemerintah, kata Neo, juga akan memperhatikan aspek kebisingan saat membangun fasilitas tersebut, terutama jika lokasinya berada di dekat kawasan permukiman.
Bagian dari Rencana Fasilitas Olahraga
Pembangunan lapangan itu merupakan bagian dari program Sports Facilities Master Plan yang bertujuan memperluas akses masyarakat terhadap fasilitas olahraga berkualitas dengan biaya terjangkau.
Dalam program tersebut, beberapa pusat olahraga regional juga akan segera rampung, di antaranya di Queenstown, Hougang, dan Punggol. Ketiganya ditargetkan selesai dalam waktu sekitar satu tahun.
Dorong Olahraga di Kalangan Pelajar
Selain pembangunan fasilitas, pemerintah juga ingin memperluas partisipasi olahraga di kalangan pelajar. Kementerian Budaya, Komunitas, dan Pemuda akan memperkuat kerja sama dengan Sport Singapore dan Ministry of Education Singapore.
Salah satu langkahnya adalah meluncurkan dana hibah senilai 10 juta dolar Singapura untuk mendorong pembentukan tim kegiatan kokurikuler lintas sekolah atau Multi-School CCA.
Setiap tim akan menerima dukungan hingga 200 ribu dolar Singapura selama empat tahun. Dana tersebut dapat digunakan untuk membiayai fasilitas latihan, transportasi, hingga pelatih.
Program ini diharapkan dapat membuka lebih banyak kesempatan bagi pelajar untuk bermain. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO