Buka konten ini
TOKYO (BP) – Danylo Yavhusishyn menjadi pegulat Ukraina pertama yang menjuarai turnamen sumo di Jepang. Prestasi itu diraih saat ia menaklukkan grand champion Mongolia, Hoshoryu, dalam duel penentu di Kyushu, Fukuoka Kokusai Center.
Pemuda 21 tahun asal Vinnytsia, Ukraina, yang bertanding dengan nama gelanggang Aonishiki Arata, menorehkan gelar elite pertamanya dan sekaligus mencatatkan namanya dalam sejarah sumo Negeri Sakura. Dalam pidato kemenangannya, Danylo mengaku senang telah mencapai salah satu tujuan besar dalam hidupnya.
“Saya senang karena dapat meraih tujuan hidup saya,” ujar Danylo, dikutip dari The Guardian, Rabu (26/11).
Sebelum Danylo, pegulat Ukraina lain, Serhii Sokolovskyi, atau yang dikenal dengan nama sumo Shishi, telah meniti karier profesional di Jepang, namun belum pernah meraih gelar juara.
Perjalanan Danylo terbilang penuh tantangan. Ia meninggalkan Ukraina pada 2022 setelah invasi Rusia dan sempat mengungsi bersama keluarganya ke Jerman. Tidak lama kemudian, Danylo pindah ke Jepang untuk mengejar karier sumo yang ia mulai sejak usia tujuh tahun. Di sana, ia berlatih bersama pegulat lokal Arata Yamanaka, yang dikenalnya saat mengikuti kejuaraan dunia sumo junior.
Perkembangan Danylo di Jepang terbilang cepat dan luar biasa. Hanya dalam setahun, ia berhasil menembus divisi atas sumo dan kini berpeluang besar dipromosikan ke peringkat ozeki, tingkat tertinggi kedua di bawah yokozuna. Jika promosi itu terwujud, Danylo akan menjadi salah satu pegulat asing dengan kenaikan pangkat tercepat dalam sejarah enam turnamen tahunan yang berlaku sejak 1958.
Saat ini, Danylo menargetkan posisi tertinggi dalam hierarki sumo. “Saya senang, tetapi masih ada satu tingkat yang lebih tinggi. Saya ingin berusaha menuju ke sana,” ujarnya. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : GALIH ADI SAPUTRO