Buka konten ini

BATAM (BP) – Program seragam sekolah gratis dari Pemerintah Kota (Pemko) Batam disambut antusias para orang tua murid. Mereka berharap seragam segera didistribusikan ke sekolah-sekolah agar bisa langsung dipakai anak-anak di awal tahun ajaran baru 2025/2026.
“Kalau bisa jangan lama-lama, supaya anak-anak langsung bisa pakai seragam dari pemerintah. Sekarang kami terpaksa beli dulu, padahal sudah dijanjikan ada seragam gratis,” ujar Siti Aminah, orang tua murid di Sekupang, Selasa (19/8).
Menurutnya, seragam merupakan kebutuhan utama saat anak masuk sekolah. Jika distribusi terlambat, orang tua harus mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli.
“Kami tentu senang ada program ini, tapi lebih baik cepat dibagikan sehingga bisa langsung dipakai,” tambahnya.
Hal serupa disampaikan Rudi, orang tua murid di Batuaji. Ia mengaku biaya perlengkapan sekolah cukup besar, mulai dari buku, tas, hingga sepatu. Bantuan seragam gratis dinilai sangat meringankan.
“Kami sangat terbantu kalau seragamnya cepat turun. Jangan sampai baru dibagikan ketika anak-anak sudah terlanjur beli seragam sendiri,” ujarnya.
Sementara itu, Delila, salah seorang orang tua penerima, menyampaikan rasa syukurnya.
“Senang sekali, ini pertama kali anak saya dapat seragam gratis dari pemerintah kota. Kebetulan baru masuk kelas 1 SMP, jadi terasa sekali manfaatnya,” ungkapnya.
Pemko Batam menyiapkan 105.670 stel seragam untuk 52.835 murid baru tingkat SD dan SMP, baik negeri maupun swasta.
Setiap siswa akan menerima dua stel, yakni seragam nasional (merah putih untuk SD dan biru putih untuk SMP) serta baju kurung Melayu. Bagi siswi muslim, juga disediakan hijab.
Selain itu, disertakan atribut berupa dasi, topi, ikat pinggang, dan kain samping.
“Program ini diberikan sebagai upaya meringankan beban orang tua sekaligus memastikan pemerataan akses pendidikan di Batam,” kata Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, dalam acara pembagian seragam secara simbolis.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Hendri Arulan, menambahkan penyerahan simbolis sudah dilakukan sebelum nantinya didistribusikan penuh ke sekolah-sekolah.
“Insyaallah setelah ini langsung disalurkan ke tingkat kecamatan dan kami targetkan rampung bulan Agustus ini,” ujarnya.
Adapun rincian penerima seragam, yakni 13.215 murid SD negeri dan 13.119 murid SD swasta. Untuk jenjang SMP, terdiri dari 14.539 murid SMP negeri dan 11.962 murid SMP swasta.
Menurut Hendri, kebijakan ini tidak hanya meringankan pengeluaran keluarga, tetapi juga menumbuhkan rasa percaya diri siswa.
“Kami ingin anak-anak merasa mendapat perhatian dari pemerintah. Jadi mereka bisa belajar lebih semangat tanpa terbebani soal seragam,” tutupnya. (***)
Reporter : Rengga Yuliandra
Editor : RATNA IRTATIK