Buka konten ini

SEIBEDUK (BP) – Pembangunan gedung Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) baru di Kelurahan Mangsang, Kecamatan Seibeduk, Kota Batam, masih tertunda. Proyek yang mulai dikerjakan awal 2024 itu hingga kini baru mencapai tahap fondasi dan tiang bangunan. Keterbatasan anggaran disebut menjadi penyebab utama lambatnya progres pembangunan sekolah bagi siswa berkebutuhan khusus tersebut.
Kepala Bidang SLB Dinas Pendidikan Provinsi Kepri, Siti Hidayati Rochmah, menyebutkan pihaknya menargetkan empat ruang kelas dapat rampung dan difungsikan tahun ini.
“Insyaallah pembangunan lanjut tahun ini. Empat ruang kita upayakan selesai. Sisanya, termasuk batumiring, dilanjutkan tahun depan,” ujarnya, Senin (14/7).
Ia menegaskan pembangunan batumiring sangat penting karena lokasi sekolah berada di lereng bukit. Struktur tanah yang labil dinilai berisiko jika tidak segera diperkuat demi keselamatan siswa dan tenaga pendidik.
Siti menjelaskan, kebutuhan terhadap layanan pendidikan luar biasa di Batam terus meningkat. Tahun ini, tercatat 89 peserta mendaftar dalam Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) SLB, namun hanya 79 orang yang tertampung, empat di antaranya melalui jalur mutasi.
“Ini bukti bahwa SLBN yang ada di Batamcenter tidak lagi mencukupi. Gedung baru di Seibeduk ini diharapkan bisa membuka akses yang lebih luas bagi anak-anak berkebutuhan khusus,” ucapnya.
Hingga kini, Batam hanya memiliki satu SLBN yang terletak di Batamcenter. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi warga dari wilayah pinggiran seperti Seibeduk yang harus menempuh jarak jauh untuk mendapatkan pendidikan luar biasa.
Sulaiman, tokoh masyarakat Seibeduk, berharap pemerintah mempercepat pembangunan sekolah tersebut. Ia menyebut banyak anak berkebutuhan khusus di daerahnya kesulitan mengakses pendidikan.
“Kami minta pemerintah benar-benar serius menyelesaikan bangunan ini. Ini kebutuhan penting, bukan hanya untuk anak-anak kami hari ini, tapi untuk masa depan mereka,” ujarnya.
Gedung SLBN Seibeduk diharapkan dapat menjadi solusi pemerataan akses pendidikan khusus di Batam dan mengurangi beban yang selama ini dipikul SLBN Batamcenter. (*)
Reporter : JP Group
Editor : RATNA IRTATIK