Buka konten ini
JAKARTA (BP) – Industri padat karya tengah menghadapi tantangan berat dari dua sisi, baik dari pasar domestik maupun ekspor. Hal tersebut membuat kabar negatif berupa efisiensi hingga pemutusan hubungan kerja (PHK) kerap terdengar dari sektor tersebut. Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Kamdani menyebutkan, perlu langkah strategis dan menyeluruh untuk menghadapi tantangan ketenagakerjaan nasional.
Terutama, sektor padat karya yang kini berada di bawah tekanan global maupun domestik. “Karena dunia usaha membutuhkan kepastian dan kebijakan yang berpihak, agar tetap mampu bertahan dan menyerap tenaga kerja,” tuturnya di Jakarta, Minggu (27/4).
Apindo menyoroti pentingnya kolaborasi lintas kementerian dan pemangku kepentingan untuk menjaga daya saing sektor padat karya, yang selama ini menjadi tulang punggung penyerapan tenaga kerja nasional. “Masukan di antaranya, kepastian hukum dan regulasi yang probisnis, kenaikan upah minimum yang selaras dengan produktivitas dan kondisi ekonomi makro, skema insentif yang menekan biaya operasional dan mendorong permintaan produk dalam negeri, dan pembatasan impor ilegal dan penguatan daya beli konsumen lokal,” paparnya.
Menyikapi hal itu, Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Dyah Roro Esti Widya Putri menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen melindungi industri padat karya. ”Tentu kami akan mencarikan solusi yang terbaik (untuk industri padat karya) melalui kerja sama lintas sektor, kementerian, dan perluasan peluang investasi strategis,” ujar Roro.
Menurut dia, di tengah perjanjian perdagangan internasional yang terus berkembang, pemerintah berupaya menarik investasi strategis yang tidak hanya menyasar komoditas, tetapi juga menciptakan peluang kerja domestik. “Selain itu, pentingnya memperluas akses pasar dan diversifikasi tujuan ekspor. Sehingga jika kehilangan peluang di satu kawasan, Indonesia tetap memiliki opsi dari negara lain,” tuturnya.
Dengan situasi yang masih cair dan terus berkembang, Roro menilai kolaborasi seluruh pemangku kepentingan sangat penting untuk menjaga ketahanan industri dan kesejahteraan masyarakat. ”Mudah-mudahan, kita lihat ya perkembangannya, karena ini memang masih fluid sekali,” ucapnya. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : RYAN AGUNG