Buka konten ini

JEDDAH (BP) – Sejarah sudah diciptakan Indonesia U-17 dengan lolos fase grup Piala Asia U-17. Sukses itu sekaligus mengunci tiket ke Piala Dunia U-17 Qatar November nanti. Namun, Mathew Baker dkk bisa kembali mencatatakan sejarah.
Syaratnya, harus bisa mengalahkan Korea Utara (Korut) U-17 di babak perempat final yang bakal berlangsung di Stadion King Abdullah Sports City, Jeddah malam nanti (live RCTI pukul 21.00 WIB).
Andai lolos ke semifinal, Nova Arianto dan pasukannya menyamai prestasi terbaik tim U-17 Indonesia sepanjang sejarah keikutsertaan di Piala Asia U-17. Skuad Garuda Muda meraih hasil terbaik pada edisi 1990 dengan menempati peringkat keempat.
Peluang Indonesia untuk meraih kemenangan cukup besar. Sebab, ada beberapa faktor penguat. Indonesia diuntungkan recovery sehari lebih banyak. Selain itu, di laga terakhir melawan Afghanistan juga banyak menurunkan pemain pelapis
Hal ini juga diakui Nova Arianto. ”Untuk kebugaran bersyukurnya kita satu hari lebih banyak dari Korut,’’ ucapnya, kemarin.
Ya, Indonesia yang tergabung di grup C main terlebih dulu ketimbang Korut yang berada di grup D. Nova sendiri sejak awal sudah mengamati persaingan di grup D yang menjadi calon lawan. Dua tim yang lolos di grup ini bahkan harus ditentukan hingga pertandingan terakhir dengan Korut sebagai runner up.
”Grup D secara kualitas sangat baik ya. Disitu ada Oman, Korut, Iran, Tajikistan. Kita bisa lihat, sampai partai terakhir saling menunggu dan kita tahu lawan kita Korut,” ujarnya.
Nova sangat mewaspadai Korut U-17 yang disebutnya memiliki kualitas individu baik. Selain itu, fisik dan mental lawan cukup kuat. ”Korut tim unggulan di Piala Asia U-17,” timpalnya.
Namun, juru taktik yang ketika bermain berposisi bek itu meminta pasukannya tidak takut. ”Saya mau lihat pemain saya punya mental yang kuat. Karena sekali lagi, mereka saat ini akan main di Piala Dunia U-17. Saya harap maksimal dan kita lihat besok (hari ini) di lapangan,” katanya.
Evaluasi juga sudah dilakukan Nova. Walaupun secara hasil di babak grup sangat baik. Yakni, bisa menyapu bersih kemenangan dengan menceploskan 7 gol dan hanya sekali kemasukan.
Nova menilai masih sering melihat bagaimana kesalahan mendasar yang dilakukan pasukannya. Yakni, passing yang kurang akurat hingga pengambilan keputusan di lapangan yang kurang tepat.
”Kita bisa lihat saat melawan Afghanistan U-17, banyak keputusan-keputusan pemain yang terlambat. Kapan dia harus shooting, mengoper bola. Itu jadi catatan. Semoga di latihan ini bisa perbaiki dan improve lagi,” harapnya.
Selain itu, dia juga sudah menyiapkan semuanya. Termasuk peluang untuk adu tendangan penalti. Apalagi, berdasar regulasi, jika pertandingan di fase gugur berakhir imbang setelah 90 menit, akan langsung dilakukan adu penalti tanpa perpanjangan waktu.
”Pasti kami siapkan semuanya ya, termasuk adu penalti. Kami persiapkan seandainya kita sampai di adu penalti,” ujar Nova.
Sementara itu, pelatih tim Korea Utara U-17 O Thae Song menikai skuad Garuda Muda memiliki gaya bermain yang mengutamakan soliditas pertahanan dan serangan mematikan. ”Kami harus melemahkan keunggulan mereka dan memanfaatkan kelemahan mereka,” kata Thae Song dari situs resmi AFC. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : RYAN AGUNG