Buka konten ini
Dengan mendaftarkan diri Anda di Harian Batam Pos, Anda akan mendapatkan akses penuh ke seluruh konten.
TANJUNGPINANG (BP) – Warga Kota Tanjungpinang, Kepri menyerbu Gerakan Pangan Murah (GPM) yang berlangsung di kawasan Bintan Center, Tanjungpinang, Selasa (18/3). Para warga mulai datang silih berganti untuk belanja bahan pokok sejak dibukanya pasar tersebut pada pukul 08.00 WIB.
Kebanyakan warga datang untuk membeli beras medium Bulog kemasan 5 kilogram (kg) seharga Rp58.000 hingga satu papan telur ayam ras seharga Rp48 ribu per papan.
”Harganya lebih rumah, telur ayam ras di pasaran biasanya dijual Rp50 ribu per papan atau selisih Rp2 ribu dibanding harga di pasar murah,” kata Syahrul, warga yang berbelanja bahan pokok di GPM tersebut.
Adapun beberapa komoditas pokok lainnya yang dijual di pasar murah tersebut, yakni minyak goreng MinyaKita dijual Rp14 ribu per liter. Beras premium Rp65 per lima kg, tepung Tulip Rp7.500 per kg, hingga daging beku Rp80 ribu per kg.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (DP3) Kota Tanjungpinang, Robert Lukman, mengatakan GPM ini merupakan yang kedua kalinya dilaksanakan oleh DP3 Tanjungpinang selama bulan Ramadan. Kata dia, GPM tersebut bekerja sama dengan Bank Indonesia sebagai sponsor, dan dilaksanakan selama dua hari.
”Jadi dari BI memberikan subsidi transportasi, sehingga harga jual di GPM lebih murah,” kata Robert. Dia menerangkan, kegiatan ini dilakukan dalam rangka menstabilkan harga di pasar Tanjungpinang, menjelang hari besar keagamaan yakni Ramadan dan Idulfitri.
Selain pelaksanaan GPM, menurutnya, upaya memberikan pangan dengan harga yang lebih terjangkau memang cukup banyak dilakukan di Kota Tanjungpinang selama bulan Ramadan. Termasuk instansi vertikal yang sudah beberapa kali menggelar kegiatan Operasi Pasar.
”Kita juga berpartisipasi disana, dan ini upaya pemerintah untuk memberikan komoditas pangan dengan harga terjangkau selama bulan Ramadan,” tambahnya. Dengan upaya yang dilakukan ini, geliat ekonomi di Tanjungpinang bisa tetap bertumbuh dan bergerak kembali.
Menurutnya, GPM kemungkinan juga masih akan digelar kembali, menyesuaikan kondisi pasar Tanjungpinang. Karena kuota subsidi dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) masih bisa dilaksanakan 3 sampai 4 kali lagi.
”Kalau memang nanti kita lihat gejolak di pasar setelah lebaran cukup tinggi, bisa kita lakukan lagi,” pungkasnya.
Operasi Pasar di Tiga Kecamatan
Sementara itu, Pemerintah Daerah (Pemda) Karimun juga menggelar operasi pasar sejak Senin (17/3) hingga Rabu (19/3) di tiga titik, yaitu Kecamatan Tebing, Karimun, dan Meral.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Karimun, Iskandarsyah, meninjau operasi pasar di belakang Kantor Perwakilan Batam Pos. ”Operasi pasar ini kita gelar untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat dapat membeli sembako dengan harga di bawah pasar,” terangnya, Selasa (18/3).
Sementara itu, Plt Kabid Perdagangan Dinas Koperasi Usaha Mikro, Perdagangan dan ESDM Karimun, Vandarones Purba, mengatakan, selama dua hari operasi pasar yang dilaksanakan Pemda Karimun cukup ramai masyarakat yang berbelanja sembako.
”Operasi pasar ini bertujuan untuk menekan inflasi, agar masyarakat bisa berbelanja harga sembako di bawah pasar. Kita libatkan langsung bersama Bulog dan distributor sembako,” terangnya kepada Batam Pos.
Adapun operasi pasar sembako yaitu telur, minyak goreng (migor), beras, gula, kacang tanah, dan sebagainya. Sedangkan selama dua hari pelaksanaan operasi pasar tersebut rata-rata masyarakat berburu komoditas sembako seperti migor, telur, gula, dan kacang tanah.
”Paling banyak tiga komoditas sembako untuk membuat kue, migor, telur, dan kacang tanah. Biasanya, untuk persiapan pembuatan kue,” tuturnya.
Pantauan di lapangan, masyarakat ramai berburu migor maupun telur yang rata-rata membeli lebih dari satu bungkus atau satu papan.
”Saya beli 3 bungkus migor dengan ukuran 2 liter, pakai QRIS BRK Syariah lumayan ada diskon. Dari total Rp105 ribu menjadi Rp100 ribu,” kata Ina, salah seorang warga Tebing. (*)
Reporter : MOHAMAD ISMAIL / TRI HARYONO
Editor : ANDRIANI SUSILAWATI