Buka konten ini

BATAM (BP) – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Batam akan kembali disalurkan kepada para siswa mulai Senin (20/7), seiring dimulainya tahun ajaran baru setelah libur sekolah sekitar dua pekan. Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan pelaksanaan program tetap mengutamakan kualitas gizi, keamanan pangan, serta ketepatan sasaran penerima manfaat.
Koordinator Wilayah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Batam, Defri Frenaldi, mengatakan seluruh SPPG di Batam telah siap kembali beroperasi untuk mendistribusikan makanan bergizi kepada para siswa sesuai standar yang telah ditetapkan pemerintah.
”Program kembali aktif mulai Senin, 20 Juli. Pelaksanaannya tetap memperhatikan standar keamanan pangan, kecukupan gizi, serta ketersediaan bahan baku agar makanan yang diterima siswa berkualitas dan aman dikonsumsi,” ujar Defri, Rabu (15/7).
Ia memastikan kendala anggaran yang sebelumnya sempat menghambat operasional sejumlah SPPG kini telah terselesaikan. Seluruh alokasi anggaran dari pemerintah pusat telah tersedia sehingga seluruh dapur penyedia MBG di Batam dapat kembali menjalankan program secara normal.
”Tidak ada lagi SPPG yang belum beroperasi karena kendala anggaran. Semua anggaran sudah masuk,” tegasnya.
Selain memastikan kelancaran distribusi makanan bergizi, SPPG Batam saat ini juga tengah memperbarui data penerima manfaat secara by name by address. Langkah tersebut dilakukan agar bantuan benar-benar diterima oleh siswa yang berhak.
Menurut Defri, proses validasi juga mencakup pendataan siswa baru yang mulai masuk pada tahun ajaran 2026/2027. Pendataan dilakukan dengan mencocokkan identitas setiap calon penerima berdasarkan Nomor Induk Kependudukan (NIK).
”Yang sedang kami fokuskan sekarang adalah pendataan ulang penerima manfaat by name by address. Kami juga mendata siswa baru karena membutuhkan data yang valid, minimal sudah memiliki NIK,” jelasnya.
Di sisi lain, SPPG Batam juga telah melakukan pendataan terhadap sekolah-sekolah yang selama ini masuk dalam kategori sekolah elite. Data tersebut akan menjadi bahan evaluasi apabila pemerintah pusat nantinya menerbitkan kebijakan baru mengenai kriteria penerima Program MBG.
”Kami sudah mendata sekolah yang dikategorikan elite. Selanjutnya kami masih menunggu kebijakan dari pimpinan di pusat, apakah sekolah-sekolah tersebut tetap menjadi penerima MBG atau ada penyesuaian kebijakan,” katanya.
Defri berharap pelaksanaan Program MBG yang kembali bergulir dapat berjalan lancar sehingga kebutuhan gizi para siswa tetap terpenuhi. Program tersebut diharapkan mampu mendukung kesehatan, meningkatkan konsentrasi belajar, sekaligus menjadi bagian dari upaya mencetak sumber daya manusia berkualitas sejak usia sekolah. (*)
Reporter : RENGGA YULIANDRA
Editor : GALIH ADI SAPUTRO