Buka konten ini

JAKARTA (BP) – Dugaan pengadaan 1,8 juta unit kipas angin senilai Rp1,8 triliun untuk program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) menjadi sorotan dalam rapat kerja Komisi VI DPR bersama Menteri Koperasi Ferry Juliantono, Rabu (15/7).
Menanggapi pertanyaan anggota dewan, Ferry mengaku tidak mengetahui adanya pengadaan tersebut dan menegaskan pengadaan itu bukan berada di bawah kewenangan Kementerian Koperasi. Pada rapat yang sama, pemerintah juga memastikan pembangunan 35 ribu Kopdes Merah Putih ditargetkan rampung pada Agustus 2026.
Isu tersebut disampaikan Anggota Komisi VI DPR Fraksi PDI Perjuangan, Mufti Anam. Ia meminta penjelasan pemerintah terkait kabar adanya pengadaan 1,8 juta unit kipas angin dengan nilai mencapai Rp1,8 triliun untuk mendukung operasional Kopdes Merah Putih.
“Hari ini rakyat sedang dihebohkan dengan isu adanya pengadaan kipas angin 1,8 juta, Pak, yang nilainya Rp1,8 triliun,” kata Mufti dalam rapat kerja di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.
Menurut Mufti, dirinya telah berupaya mencari informasi kepada sejumlah pihak pemerintah. Namun, hingga rapat berlangsung, belum ada penjelasan yang dapat memastikan benar atau tidaknya kabar tersebut.
“Kami juga mencari informasi ke pihak-pihak terkait juga tidak berani jawab. Maka pada kesempatan hari ini kami ingin tanya kepada Pak Menteri, isu soal pengadaan 1,8 juta kipas angin dengan anggaran Rp1,8 triliun itu betul tidak?” ujarnya.
Ia menilai, apabila pengadaan benar dilakukan, anggaran tersebut perlu dikaji kembali. Sebab, harga kipas angin berdiri dengan merek yang beredar di pasaran hanya berkisar Rp300 ribuan per unit sehingga dinilai masih memungkinkan dilakukan lebih efisien.
Menanggapi hal itu, Menteri Koperasi Ferry Juliantono menegaskan dirinya tidak mengetahui adanya pengadaan tersebut. Ia juga menyebut pengadaan itu bukan dilaksanakan oleh Kementerian Koperasi.
“Kipas angin ini saya tidak tahu, karena pengadaannya bukan di kami,” kata Ferry.
Dalam rapat yang sama, Ferry menjelaskan pembangunan Kopdes Merah Putih terus berjalan sesuai target pemerintah. Hingga saat ini, sebanyak 15.845 koperasi telah menyelesaikan pembangunan fisik secara penuh, mulai dari bangunan, gudang, gerai hingga perlengkapan pendukung operasional.
Sementara itu, sebanyak 19.539 koperasi lainnya masih berada pada tahap pembangunan. Pemerintah menargetkan seluruh 35 ribu unit Kopdes Merah Putih telah menyelesaikan pembangunan fisik pada Agustus 2026.
“Jadi diharapkan nanti insyaallah Agustus bangunan fisik, gudang, gerai, dan alat kelengkapannya sudah bisa 35 ribu,” ujar Ferry.
Meski pembangunan fisik terus dipercepat, operasional koperasi masih dilakukan secara bertahap melalui skema uji coba. Hingga kini, sebanyak 1.061 Kopdes Merah Putih telah memasuki tahap uji coba operasional.
Menurut Ferry, pemerintah masih mematangkan berbagai regulasi sebelum seluruh koperasi beroperasi penuh. Salah satunya melalui penyusunan Peraturan Presiden (Perpres), penyempurnaan model bisnis, serta penyusunan studi kelayakan (feasibility study) sebagai dasar operasional Kopdes Merah Putih.
“Hal-hal tersebut akan menjadi bagian dari persiapan menuju operasionalisasi secara penuh,” ujarnya. (***)
Laporan : JP GROUP
Editor : RATNA IRTATIK