Buka konten ini

BINTAN (BP) – Sebuah usaha laundry milik Joko Waluyo, 62, di Jalan Datuk Syahbandar, Kampung Kamboja, Tanjunguban, Kecamatan Bintan Utara, terbakar pada Sabtu (11/7).
Kebakaran diduga dipicu kebocoran tabung gas yang terhubung dengan setrika uap boiler.
Kepala UPT Damkar Tanjunguban, Panyodi, mengatakan peristiwa bermula ketika istri pemilik usaha, Sis, mencium aroma gas. Namun, karena tidak menyadari adanya kebocoran, ia tetap menyalakan setrika uap hingga api tiba-tiba menyambar.
”Istrinya sempat mencium bau gas, tapi tidak ngeh. Dia tetap menghidupkan setrika uap, lalu tiba-tiba api menyambar,” ujar Panyodi.
Tak lama kemudian terdengar ledakan kecil. Api dengan cepat membesar dan merambat ke dinding papan serta tumpukan pakaian milik pelanggan yang berada di dalam ruangan.
Dalam kondisi panik, Sis bergegas menyelamatkan diri. Warga sekitar yang mengetahui kejadian itu berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya sebelum petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi.
Saat personel Damkar Tanjunguban tiba, kobaran api sudah mulai mengecil. Petugas kemudian melakukan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala.
”Api sudah tidak sebesar saat awal. Tapi saat kami datang, kami selesaikan sisanya agar tidak menjalar lagi,” katanya.
Panyodi mengungkapkan, kebakaran ini bukan kali pertama terjadi di usaha laundry di wilayah Tanjunguban. Pada April tahun lalu, ledakan juga terjadi di sebuah usaha laundry di Jalan Taman Sari, tepat di depan Kantor Camat Bintan Utara lama. Saat itu, seorang pekerja mengalami luka akibat insiden tersebut.
Menurut dia, usaha laundry memiliki tingkat risiko kebakaran yang cukup tinggi karena menggunakan tabung gas dan menyimpan banyak material yang mudah terbakar. Ironisnya, banyak pelaku usaha belum menyediakan alat pemadam api ringan (APAR).
”Usaha laundry ini rawan. Tapi APAR tidak ada. Padahal ini wajib untuk mengantisipasi kejadian seperti ini,” tegasnya. Menyusul dua kejadian tersebut, UPT Damkar Tanjunguban berencana mendatangi seluruh usaha laundry di wilayah Tanjunguban untuk memberikan edukasi sekaligus mengimbau pemilik usaha menyediakan APAR sebagai langkah mitigasi kebakaran.
”Kami akan mengimbau seluruh pemilik usaha laundry menyediakan APAR. Ini penting untuk keselamatan usaha maupun warga di sekitarnya,” pungkasnya.
Hingga berita ini ditulis, kerugian akibat kebakaran masih dalam proses pendataan. (***)
Reporter : SLAMET NOFASUSANTO
Editor : GUSTIA BENNY
