Buka konten ini

BATAM (BP) – Pemerintah Kota Batam mulai menerapkan sistem digital dalam penyaluran Pasar Murah Bersubsidi tahun ini. Kupon manual yang selama ini digunakan digantikan dengan barcode melalui aplikasi Si Tebus Murah sebagai upaya memastikan bantuan tepat sasaran, transparan, dan akuntabel.
Program yang dilaksanakan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam tersebut merupakan bagian dari Program Strategis Wali Kota Batam Nomor 12 tentang pemenuhan kebutuhan pasokan bahan pokok masyarakat.
Pelaksana Harian (Plh) Kepala Disperindag Kota Batam, Suhar, mengatakan pasar murah bersubsidi juga menjadi bagian dari kebijakan fiskal Pemko Batam untuk menjaga daya beli masyarakat, terutama kelompok berpenghasilan rendah yang paling rentan terdampak kenaikan harga kebutuhan pokok.
Pada Tahun Anggaran 2026, Pemko Batam mengalokasikan anggaran sebesar Rp2,5 miliar untuk menyediakan 25.000 paket sembako bersubsidi. Paket tersebut akan disalurkan secara bertahap di sembilan kecamatan dan 43 kelurahan mulai 6 hingga 14 Juli 2026.
”Tahun ini memang tersedia 25.000 paket. Jumlahnya lebih sedikit dibanding tahun lalu yang mencapai 52.500 paket. Namun kami berharap pada APBD Perubahan nanti bisa ada penambahan kuota,” ujar Suhar, Selasa (7/7).
Setiap paket sembako bernilai sekitar Rp200 ribu. Namun masyarakat hanya perlu menebusnya dengan harga Rp100 ribu karena separuh biaya disubsidi oleh Pemerintah Kota Batam.
Dalam setiap paket terdapat 10 kilogram beras, satu kilogram gula pasir, dan dua kilogram tepung terigu. Setiap Kartu Keluarga (KK) hanya berhak memperoleh satu paket sembako.
Suhar menjelaskan, inovasi utama pada pelaksanaan tahun ini adalah penggunaan aplikasi Si Tebus Murah. Seluruh calon penerima manfaat didata secara digital berdasarkan usulan RT dan RW yang dinilai paling mengetahui kondisi ekonomi warganya. Data tersebut kemudian diverifikasi melalui Musyawarah Kelurahan sebelum dimasukkan ke dalam sistem.
”Kalau dulu masyarakat datang membawa kupon manual, sekarang cukup membawa barcode. Barcode itu bisa dicetak ataupun ditunjukkan melalui handphone. Sistem ini dibuat agar tidak terjadi duplikasi penerima, penyalurannya lebih merata, sekaligus meningkatkan akuntabilitas,” katanya.
Saat mengambil paket sembako, warga cukup membawa KTP asli dan barcode yang telah diterbitkan melalui aplikasi. Petugas kemudian memindai barcode, menerima pembayaran sebesar Rp100 ribu, lalu mendokumentasikan penerima bersama KTP dan paket sembako sebagai bukti penyaluran.
”Akuntabilitasnya jauh lebih baik karena yang menerima difoto bersama KTP dan paket sembako. Jadi benar-benar sesuai dengan data yang sudah terdaftar di sistem,” jelasnya.
Untuk menghindari penumpukan antrean, penyaluran dilakukan di masing-masing kelurahan sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Khusus di Kecamatan Sagulung, sebanyak 4.000 paket disalurkan, terdiri atas 750 paket untuk Kelurahan Tembesi, sedangkan Kelurahan Sei Lekop, Sei Pelunggut, Sei Langkai, Sagulung Kota, dan Sei Binti masing-masing menerima 650 paket.
Suhar menegaskan, digitalisasi penyaluran pasar murah merupakan arahan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batam agar bantuan subsidi benar-benar diterima masyarakat yang berhak.
”Ini sejalan dengan arahan Bapak Wali Kota dan Ibu Wakil Wali Kota karena merupakan Program Strategis Nomor 12. Bantuan ini diberikan untuk menjaga daya beli masyarakat melalui subsidi bahan pokok. Karena kuotanya terbatas, maka diprioritaskan bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan dan terdampak kenaikan harga,” ujarnya.
Ia berharap program pasar murah bersubsidi dapat membantu meringankan beban pengeluaran rumah tangga masyarakat sekaligus menjaga stabilitas harga bahan pokok di Kota Batam. (***)
Reporter : RENGGA YULIANDRA
Editor : GALIH ADI SAPUTRO