Buka konten ini

NATUNA (BP) – Pemerintah Kabupaten Natuna terus memperjuangkan peningkatan akses transportasi udara bagi masyarakat di wilayah perbatasan. Salah satu langkah yang ditempuh ialah menyampaikan langsung aspirasi masyarakat kepada Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan RI, dalam audiensi di Jakarta, Selasa (7/7).
Bupati Natuna, Cen Sui Lan, mengatakan terdapat dua persoalan utama yang menjadi perhatian pemerintah daerah, yakni tingginya harga tiket pesawat menuju dan dari Natuna serta masih terbatasnya rute penerbangan yang melayani daerah tersebut.
Menurutnya, transportasi udara merupakan kebutuhan vital bagi masyarakat Natuna yang berada di kawasan terdepan Indonesia. Karena itu, keterjangkauan tarif dan kemudahan akses penerbangan menjadi faktor penting dalam mendukung aktivitas masyarakat.
”Transportasi udara merupakan kebutuhan mendasar bagi masyarakat Natuna. Kami berharap pemerintah pusat dapat memberikan perhatian terhadap tingginya harga tiket pesawat sehingga masyarakat memiliki akses transportasi yang lebih terjangkau dan aktivitas ekonomi daerah dapat terus berkembang,” ujar Cen.
Ia menjelaskan, mahalnya tarif penerbangan tidak hanya membebani masyarakat, tetapi juga berdampak pada meningkatnya biaya distribusi barang dan jasa. Kondisi tersebut dinilai dapat menghambat pertumbuhan ekonomi daerah apabila tidak segera diatasi.
Selain meminta evaluasi terhadap kebijakan tarif penerbangan, Pemkab Natuna juga mengusulkan penambahan rute penerbangan menuju Natuna. Langkah itu dinilai penting untuk memperluas konektivitas antardaerah, mendukung sektor pariwisata, memperlancar distribusi logistik dan perdagangan, sekaligus memperkuat posisi Natuna sebagai wilayah strategis di kawasan perbatasan negara.
Cen menegaskan, penguatan jaringan transportasi udara menjadi salah satu kunci pemerataan pembangunan di daerah kepulauan. Dengan semakin banyak pilihan rute dan tarif yang lebih kompetitif, mobilitas masyarakat maupun arus barang diharapkan menjadi lebih efektif dan efisien.
”Peningkatan konektivitas udara akan memberikan dampak yang luas, mulai dari pertumbuhan ekonomi, pengembangan pariwisata, peningkatan investasi hingga kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Pemkab Natuna berharap hasil audiensi tersebut dapat menjadi bahan pertimbangan Kementerian Perhubungan dalam menyusun kebijakan transportasi udara, khususnya bagi daerah kepulauan dan wilayah perbatasan. Sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dinilai penting untuk mewujudkan sistem transportasi udara yang lebih terjangkau dan semakin terhubung. (*)
Laporan: FAIDILLAH
Editor : GUSTIA BENNY