Buka konten ini

JAKARTA (BP) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) mengakhiri perdagangan Selasa (7/7) dengan penguatan. Kenaikan indeks ditopang terutama oleh saham-saham sektor properti yang mencatat kinerja positif.
IHSG ditutup menguat 70,43 poin atau 1,19 persen ke level 5.986,50. Sementara itu, indeks saham unggulan LQ45 juga bergerak positif dengan naik 10,44 poin atau 1,79 persen ke posisi 549,92.
Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim mengatakan penguatan IHSG terjadi di tengah kondisi volume dan nilai transaksi yang masih relatif rendah.
“IHSG ditutup menguat pada perdagangan Selasa, di tengah volume dan nilai transaksi yang masih cenderung sepi,” ujar Ratna dalam kajiannya di Jakarta, Selasa.
Menurutnya, sektor properti menjadi salah satu penggerak utama indeks. Hal itu terlihat dari penguatan IDXProperty yang naik 3,03 persen.
Selain itu, dua saham perusahaan yang baru melantai di bursa (Initial Public Offering/IPO) juga mencatatkan penguatan hingga menyentuh batas atas kenaikan harga atau Auto Reject Atas (ARA), sehingga ikut menopang pergerakan IHSG.
Dari sisi ekonomi makro, sentimen positif juga datang dari peningkatan cadangan devisa Indonesia. Data menunjukkan cadangan devisa Juni 2026 meningkat menjadi 145,6 miliar dolar AS dibandingkan 144,9 miliar dolar AS pada Mei 2026.
Sentimen lain yang turut diperhatikan pasar adalah usulan DPR terkait pengurangan anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk tahun 2027.
Ratna memperkirakan IHSG masih memiliki peluang melanjutkan penguatan dan menguji level psikologis 6.000 pada perdagangan berikutnya. Namun, investor tetap perlu mewaspadai potensi koreksi jangka pendek akibat aksi ambil untung (profit taking).
“Diperkirakan IHSG berpotensi melanjutkan rally dan menguji level psikologis di 6.000, namun perlu diwaspadai potensi pullback jangka pendek karena profit taking,” katanya.
Investor Tunggu Risalah Rapat The Fed
Dari eksternal, pelaku pasar masih menantikan publikasi risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) atau The Fed Minutes yang dijadwalkan dirilis pada Rabu (8/7) waktu Amerika Serikat.
Dokumen tersebut akan memberikan gambaran mengenai pembahasan kebijakan moneter, proyeksi ekonomi, serta alasan di balik keputusan suku bunga bank sentral Amerika Serikat.
Pada perdagangan Selasa, IHSG dibuka menguat dan bertahan di zona positif hingga penutupan sesi pertama. Pada sesi kedua, indeks tetap bergerak di area hijau hingga perdagangan berakhir.
Berdasarkan indeks sektoral IDX-IC, sebanyak 10 sektor mengalami penguatan. Sektor properti menjadi pemimpin kenaikan dengan tumbuh 3,03 persen.
Penguatan berikutnya berasal dari sektor barang konsumen nonprimer yang naik 1,59 persen dan sektor keuangan yang meningkat 1,42 persen. (*)
Laporan : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO