Buka konten ini

KARIMUN (BP) – Warga RT 001/RW 003, Kelurahan Sei Lakam Timur, Kecamatan Karimun, digegerkan dengan penemuan seorang pria yang meninggal dunia di dalam kamar mandi rumah kosnya, Kamis (18/6) sekitar pukul 16.15 WIB.
Korban diketahui berinisial SG, 56, yang selama ini dikenal warga sebagai praktisi pengobatan alternatif. Hal itu terlihat dari papan nama yang terpasang di depan tempat tinggalnya yang bertuliskan layanan pengobatan Banyu Segoro untuk terapi saraf terjepit.
Kapolsek Tanjungbalai Karimun, AKP Bakri, mengatakan penemuan mayat tersebut bermula dari laporan warga yang mencium aroma tidak sedap dari dalam rumah kos yang ditempati korban.
Selain itu, warga juga mengaku sudah beberapa hari tidak melihat aktivitas korban seperti biasanya.
“Ada warga yang melapor karena mencium bau tidak sedap dari dalam rumah. Penghuninya juga sudah beberapa hari tidak terlihat. Saat kami datang ke lokasi, dari depan pintu memang sudah tercium aroma menyengat,” ujar Bakri.
Saat petugas tiba di lokasi, pintu rumah dalam keadaan terkunci dari dalam. Tim Inafis Polres Karimun kemudian melakukan pembukaan paksa pintu dengan disaksikan Ketua RT dan sejumlah warga setempat.
Setelah pintu terbuka, petugas menemukan SG dalam kondisi meninggal dunia di kamar mandi.
“Korban ditemukan meninggal di dalam kamar mandi. Diperkirakan sudah lebih dari dua hari. Berdasarkan keterangan RT dan tetangga, memang sudah beberapa hari yang bersangkutan tidak terlihat,” katanya.
Jenazah korban kemudian dievakuasi ke RSUD Muhammad Sani Karimun untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Pemilik rumah kos, Amri, mengatakan SG telah tinggal di tempat tersebut selama sekitar tujuh bulan dan hidup seorang diri.
“Dia sudah sekitar tujuh bulan tinggal di sini. Tinggal sendirian, sementara istrinya berada di Malaysia,” ujarnya.
Sementara itu, salah seorang tetangga korban, R Zulkarnain, mengaku mulai curiga sejak sehari sebelumnya. Saat melintas di depan rumah kos korban pada Rabu (17/6), ia melihat banyak lalat berkerumun di sekitar rumah.
“Saya sempat mengetuk pintu beberapa kali, tetapi tidak ada jawaban dari dalam,” katanya.
Kecurigaan itu semakin kuat ketika pada Kamis sore ia melihat posisi sandal di depan rumah masih tidak berubah dan aroma tidak sedap semakin menyengat. Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada Ketua RT setempat.
Ketua RT 001, RM Hanafi, mengenang korban sebagai sosok yang dikenal baik oleh warga sekitar.
“Saya biasanya bertemu beliau di masjid. Sehari-hari selalu berpakaian putih dan mengenakan sorban. Warga mengenalnya sebagai tukang pengobatan alternatif,” ujarnya. (***)
Reporter : SANDI PRAMOSINTO
Editor : GUSTIA BENNY