Buka konten ini

TANJUNGPINANG (BP) – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mengusulkan 113 titik Kampung Nelayan Merah Putih yang tersebar di tujuh kabupaten/kota. Dari jumlah tersebut, sebanyak 32 lokasi telah dinyatakan lolos verifikasi dan diterima oleh pemerintah pusat.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kepri, Said Sudrajat, mengatakan lokasi-lokasi tersebut saat ini menunggu penetapan melalui Surat Keputusan (SK) Menteri untuk selanjutnya dilakukan survei topografis.
“Ada 32 lokasi yang sudah diterima dengan data yang valid dan semoga masuk dalam SK Menteri untuk dilakukan survei topografis,” ujar Said, Minggu (7/6).
Ia menjelaskan, survei topografis diperlukan untuk memastikan kesiapan lahan sebelum penyusunan dokumen perencanaan pembangunan kampung nelayan. Tahapan tersebut menjadi bagian penting dalam menentukan kelayakan lokasi yang akan dikembangkan.
Menurut Said, Kepri sebenarnya telah memiliki satu kawasan kampung nelayan yang terbangun, yakni di Tanjung Banun, Batam. Kawasan seluas sekitar satu hektare itu telah dilengkapi dengan 12 fasilitas pendukung untuk menunjang aktivitas nelayan.
Lebih lanjut, Said menjelaskan konsep Kampung Nelayan Merah Putih akan terintegrasi dengan Hub Aktivitas Perikanan (HAP). Melalui skema tersebut, hasil tangkapan nelayan dari wilayah penyangga akan disuplai ke fasilitas utama untuk diolah dan dipasarkan.
“Pengelolaannya dapat dilakukan melalui koperasi nelayan yang berkolaborasi dengan Koperasi Merah Putih sehingga manfaat ekonominya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, menegaskan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih tidak hanya berfokus pada penyediaan infrastruktur. Pemprov Kepri juga akan menyiapkan program pembinaan dan pelatihan bagi nelayan agar kawasan tersebut mampu berkembang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru.
“Yang jelas bukan sekadar membangun kampung nelayan. Tahap berikutnya adalah memastikan kampung yang dibangun benar-benar memberikan manfaat besar bagi masyarakat nelayan,” ujar Ansar. (*)
Reporter : MOHAMAD ISMAIL
Editor : GUSTIA BENNY