Buka konten ini

JAKARTA (BP) – Direktur Rumah Politik Indonesia Fernando Emas menilai Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mampu menjalankan fungsi koordinasi pemerintahan secara efektif, sehingga mendukung pelaksanaan program dan agenda prioritas Presiden Prabowo Subianto.
Menurut Fernando, kemampuan Teddy dalam mempersiapkan, mengoordinasikan, serta menindaklanjuti arahan presiden kepada para menteri menjadi faktor penting yang menunjang efektivitas kerja Kabinet Merah Putih.
“Walaupun usianya masih muda, Teddy sudah mampu menjalankan tugas Sekretaris Kabinet yang dipercayakan Presiden Prabowo Subianto kepadanya,” kata Fernando dalam keterangannya di Jakarta, Minggu.
Ia menilai kapasitas koordinasi yang dimiliki Teddy membantu memastikan berbagai program pemerintah berjalan sesuai target. Menurutnya, Sekretariat Kabinet memiliki peran strategis sebagai penghubung komunikasi sekaligus pengawal tindak lanjut kebijakan lintas kementerian dan lembaga.
Fernando juga menyoroti sikap Teddy dalam merespons kritik dan serangan personal yang dialamatkan kepadanya. Menurut dia, Teddy memilih menjawab kritik melalui kinerja, bukan polemik di ruang publik.
“Pernyataan yang dilontarkan, baik oleh elite politik, pengguna media sosial, maupun pengamat, tidak dijawab secara reaktif. Ia menjawabnya dengan kerja, kerja, dan kerja,” ujarnya.
Selain itu, Fernando menilai Teddy memiliki kemampuan membangun komunikasi dengan berbagai kalangan, yang dinilai penting untuk mendukung efektivitas implementasi kebijakan pemerintah.
Ia menegaskan setiap warga negara memiliki hak yang sama untuk memperoleh kepercayaan dan mengabdi melalui jabatan publik sepanjang memenuhi kompetensi yang dipersyaratkan.
“Sebagai warga negara Indonesia, Teddy tentu berhak dipercaya oleh Presiden Prabowo Subianto untuk membantu jalannya pemerintahan,” katanya.
Fernando menambahkan rekam jejak pendidikan, pengalaman kerja, serta pemahaman terhadap proses pengambilan keputusan nasional menjadi modal penting yang mendukung kapasitas Teddy dalam menjalankan tugas sebagai Sekretaris Kabinet.
Ia pun menepis anggapan bahwa karier Teddy semata-mata dibangun karena faktor kedekatan dengan Presiden Prabowo.
Menurutnya, penunjukan tersebut didasarkan pada kemampuan akademik, prestasi, dan dedikasi yang relevan dengan kebutuhan pemerintahan.
“Sangat keliru jika ada anggapan bahwa karier Teddy ‘dikarbit’ karena kedekatan dengan Presiden. Ia layak mendapatkan posisi itu karena kemampuan akademis, prestasi, dan dedikasinya yang dibutuhkan untuk membangun negeri ini,” ujar Fernando. (*)
Laporan : JP GROUP
Editor : MUHAMMAD NUR