Buka konten ini

SINGAPURA (BP) – Pebulu tangkis tunggal putra Jonatan Christie gagal menyusul juniornya Alwi Farhan untuk melaju ke babak 16 besar Singapore Open 2026. Di babak 32 besar yang berlangsung di Singapore Indoor Stadium, Rabu (27/5), Jojo-sapaan akrabnya- harus mengakui keunggulan wakil India Prannoy H.S lewat pertarungan rubber game (21-10, 12-21, 18-21).
Jojo menuturkan, bermain di Singapore Open memang berbeda. Di mana ada kondisi yang sedikit ada menguntungkan dan tidak menguntungkan. “Tadi sudah melakukan yang terbaik, sudah mencoba juga caranya di game ketiga keluar dari tekanan. Ketika tertinggal 10-11 di interval, saya tahu itu pasti kerjanya lebih dobel lagi, karena kondisi yang menang angin itu pasti akan lebih sulit,” ujarnya pasca pertandingan.
Pengoleksi medali emas Asian Games 2018 itu menuturkan, dari cara bermain dan pola permainan dia merasa sudah benar. Bahkan sempat unggul. Hanya saja dia mengakui bahwa sedikit kurang tenang di pertandingan ini.
Kekalahan ini dijadikan evaluasi oleh Jojo untuk tampil di rumah sendiri, Indonesia Open. “Pastinya saya harus balikin fokusnya, moodnya dan semangatnya juga,” timpalnya.
Sementara itu, Alwi Farhan akan menghadapi unggulan pertama asal Tiongkok Shi Yu Qi di babak 16 besar, Kamis (28/5). “Shi Yu Qi adalah pemain yang saya kagumi. Jadi pertemuan ini akan penting bagi saya. Semoga saya bisa melaju lebih jauh di minggu yang berkah ini, minggu Idul Adha,” harapnya.
Untuk menghadapi Shi, Alwi mendapatkan modal penting usai bisa mengalahkan Toma Junior Popov (21-19, 21-14) di babak pertama. Ini sedikit membalaskan luka atas kegagalan tim Thomas Indonesia yang gagal lolos dari fase grup karena kalah dari Prancis 1-4.
“Hasil Piala Thomas kemarin cukup terpukul pastinya. Tapi saya dan semua coba memperbaiki, semoga untuk ke depannya kami bisa semakin bagus dari hasil evaluasinya,” ucapnya. (*)
Laporan : JP GROUP
Editor : GALIH ADI SAPUTRO