Buka konten ini

BATAM (BP) – Anggota DPR RI Bahtra Banong mengatakan kunjungan kerja Presiden Prabowo Subianto ke Prancis merupakan agenda diplomasi strategis negara yang telah direncanakan jauh hari.
Bahtra dalam keterangan di Jakarta, Rabu meminta agar kunjungan itu jangan sampai dipelintir menjadi polemik politik, hanya karena bertepatan dengan momentum Hari Raya Iduladha.
Di tengah situasi geopolitik dan ekonomi global yang semakin tidak pasti, menurut dia, Presiden Prabowo justru sedang memperjuangkan kepentingan nasional melalui penguatan hubungan strategis Indonesia dengan negara-negara besar dunia.
”Agenda kenegaraan seperti ini disusun melalui komunikasi diplomatik antarnegara yang panjang dan terukur. Kebetulan waktunya bertepatan dengan Iduladha,” kata Bahtra.
Dia mengatakan Prancis merupakan mitra penting Indonesia di bidang pertahanan, investasi, teknologi, energi, dan industri strategis. Apalagi, menurut dia, hubungan Presiden Prabowo dan Presiden Emmanuel Macron sangat erat dalam setahun terakhir.
Bahkan sebelumnya, Prabowo menjadi tamu kehormatan dalam peringatan Bastille Day pada 2025 lalu. Dia menilai hal itu adalah sebuah penghormatan diplomatik khusus yang tidak diberikan kepada semua pemimpin dunia.
”Jangan agenda negara dipersempit menjadi framing simbolik yang bernuansa politis,” ucap dia.
Bahtra menilai Presiden Prabowo sedang menunjukkan kepemimpinan bebas aktif yang bekerja untuk kepentingan besar bangsa, melalui diplomasi internasional.
”Semakin aktif Presiden Prabowo diterima dalam forum internasional menunjukkan bahwa Indonesia semakin dihormati dan diperhitungkan dalam percaturan global,” ujarnya.
Menurut dia, Prabowo Subianto sebenarnya ingin merayakan hari raya bersama rakyat di Indonesia. Namun, Prabowo juga harus menghormati jadwal kenegaraan yang telah disiapkan Presiden Emmanuel Macron. Ia menilai kunjungan kerja ke luar negeri saat hari raya menunjukkan Prabowo menempatkan kepentingan bangsa dan rakyat di atas kepentingan pribadi. (*)
Laporan : JP GROUP
Editor : FISKA JUANDA