Buka konten ini
SAGULUNG (BP) – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Batam terus memperkuat komitmen dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih serta pelayanan publik yang prima. Upaya tersebut diwujudkan melalui penilaian pembangunan Zona Integritas menuju predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) oleh Tim Penilai Internal Inspektorat Jenderal Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) RI.
Kegiatan penilaian itu diikuti langsung Kepala Lapas Batam, Yosafat Rizanto, bersama tim pembangunan Zona Integritas. Evaluasi dilakukan sebagai bagian dari implementasi reformasi birokrasi, meliputi peningkatan kualitas pelayanan publik, penguatan akuntabilitas kinerja, hingga pembentukan budaya kerja di lingkungan Lapas Batam.
Dalam paparannya, Yosafat menegaskan komitmen jajarannya untuk terus menghadirkan pelayanan terbaik bagi masyarakat maupun warga binaan dalam rangka menuju predikat WBBM tahun 2026.
“Seluruh jajaran Lapas Batam terus berupaya menghadirkan pelayanan yang transparan, cepat, dan humanis. Penilaian ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus melakukan perbaikan melalui tujuh inovasi pelayanan yang telah dijalankan,” ujarnya.
Ia menambahkan, pembangunan Zona Integritas menuju WBBM tidak hanya dipahami sebagai pemenuhan aspek administratif, tetapi telah menjadi budaya kerja yang diterapkan secara konsisten dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.
Usai pemaparan, tim penilai melakukan survei lapangan secara virtual dengan meninjau langsung area layanan di Lapas Batam. Penilaian kemudian dilanjutkan dengan pendalaman terhadap enam area perubahan Zona Integritas, mulai dari manajemen perubahan, penataan tata laksana, sistem manajemen SDM, penguatan akuntabilitas, pengawasan, hingga peningkatan kualitas pelayanan publik.
Dalam mendukung peningkatan layanan, Lapas Batam juga menghadirkan tujuh inovasi unggulan, yakni SLIR, Informasi Digital, Si-Mael, layanan pengaduan berbasis WhatsApp, Biogas, Si Omega, dan E-Trolling. (*)
Reporter : YOFI YUHENDRI
Editor : GALIH ADI SAPUTRO